Please Bantu Saya, Like This !!!

×

Powered By Blogger Widget and Get This Widget

Wednesday, 12 March 2014

Makalah lengkap tentang jaringan pada tumbuhan

Tugas makalah biolagi mengenai Jaringan Tumbuhan Nama : Ahmad Fatoni Dwi P Kelas : XI IPA 2 (SMA N 1 PRAYA) Absen: 1 Latar Belakang Saya ingin menjelaskan kepada teman-teman apayang dinamakan jaringan tumbuhan dan apa saja yang terkandung di dalamnya. Karena dalam bab ke dua ini kita akan membahas tentang materi ini. Pertama tama marilah kita untuk mengenal apa sih yang di namakan jaringan pada tumbuhan. 1. Jaringan adalah sekelompok sel yang memiliki bentuk dan fungsi sama serta melaksanakan tugas tertentu Kemudian berdasarkan tipe struktur dan fungsi sel, jaringan diklasifikasikan ke dalam dua kelompok yaitu 1. Jaringn meristem (Embrional) 2. Jaringan dewasa. Jaringan dewasa dibagi lagi menjadi a. Jaringan pelindung b. Jaringan dasar c. Jaringan penguat d. Jaringan pengangkut JARINGAN PADA TUMBUHAN Jaringan adalah sekelompok sel-sel yang memiliki struktur dan fungsi sama. Berdasarkanaktivitas pembelahan sel selama fase pertumbuhan dan perkembangan sel/jaringan tumbuhan,jaringan pada tumbuhan dibagi menjadi dua, yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa (permanen). A. Jaringan Meristem Jaringan meristem adalah jaringan yang terus-menerus mengalami pembelahan ataumasih bersifat embrionik. Sel-sel meristem membelah terus untuk menghasilkan sel-sel baru,beberapa hasil pembelahan akan tetap berada dalam jaringan meristem yang disebut sel inisialatau sel permulaan. Sedangkan sel-sel baru yang digantikan kedudukannya oleh sel meristemdisebut derivatif atau turunan. Proses pertumbuhan dan spesialisasi secara morfo-fisiologi selyang dihasilkan oleh meristem disebut diferensiasi. Jaringan yang mengalami diferensiasiakan kehilangan karakteristik embrioniknya dan menjadi dewasa/permanen. Ciri-ciri jaringan meristem: - Sel-selnya muda, aktif melakukan pembelahan dan pertumbuhan - Ukuran selnya kecil dan seragam - Letak sel-sel rapat, tidak ada ruang antar sel - Bentuk sel bervariasi: bulat, lonjong, atau poligonal dengan dinding sel tipis - Banyak mengandung sitoplasma sebagai tempat terjadinya berbagai reaksi - Memiliki inti sel satu atau lebih, inti sel relatif besar - Vakuola kecil atau hampir tidak ada Jaringan meristem diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria yaitu: a. Berdasarkan asal pembentukannya, meristem dibedakan menjadi promeristem, meristem primer dan meristem sekunder. 1) Promeristem, jaringan yang ada pada saat tumbuhan masih dalam tingkat embrio. 2) Meristem Primer Meristem yang sel-selnya secara langsung berkembang dari sel-sel embrionik, atau lanjutan dari kegiatan embrio/lembaga. Meristem primer, misalnya pada ujung akar dan ujung batang, mengakibatkan pertumbuhan primer berupa pertambahan tinggi. Daerah meristematik yang dibentuk promeristem berupa: protoderma, prokambium dan meristem dasar (ground meristem). Ketiganya inilah yang disebut sebagai meristem primer. Protoderma akan membentuk jaringan epidermis. Prokambium akan membentuk kambium fasikuler/intrafasikuler yang nantinya membentuk jaringan pembuluh primer (xilem primer dan floem primer). Meristem dasar akan membentuk jaringan dasar tumbuhan yang mengisi empulur maupun korteks, misalnya parenkim, kolenkim dan sklerenkim. 3) Meristem Sekunder Meristem yang berkembang darijaringan dewasa yang sudah mengalamidiferensiasi dan menjadi bersifatembrional kembali. Contohnya adalahkambium intervasis. Kambiuminterfasikuler berkembang dari parenkim akar/batang yang terletak diantara xilem dan floem. Kambium intervasis ke arah dalam akan menghasilkan xilem sekunder sedangkan ke arah luar akan menghasilkan floem sekunder. Aktivitas ini menyebabkan pertumbuhan pertumbuhan sekunder sehingga batang tumbuhan dapat membesar (pada Dicotyledonae dan Gymnospermae). Selain itu terdapat kambium gabus (felogen) yang mengembangkan periderm (jaringan gabus). Gambar meristem apikal pada ujung batang dan ujung akar dan aktivitas pertumbuhan primer b. Berdasarkan letaknya, meristem dibedakan menjadi meristem apikal, meristem interkalar dan meristem lateral. 1) Meristem apikal (ujung) Meristem apikal terdapat pada ujung-ujung pokok batang dan cabang serta ujung akar dan selalu menghasilkan sel-sel untuk tumbuh memanjang. Pertumbuhan memanjang akibat aktifitas meristem apikal disebut pertumbuhan primer dan jaringan yang terbentuk disebut jaringan primer. 2) Meristem interkalar (antara) Meristem interkalar terdapat diantara jaringandewasa. Contohnya terletak pada pangkal tiap ruaspada batang tumbuhan yang berbuku-buku. Aktivitasjaringan ini menyebabkan pertambahan panjang dandiameter ruas batang. Contoh tumbuhan yangmemiliki meristem interkalar adalah rumputrumputan (Gramineae). 3) Meristem lateral (samping) Meristem lateral atau meristem samping adalah meristem yang menyebabkan pertumbuhan ke arah samping (membesar), terletak sejajar dengan permukaan organ. Contohnya adalah kambium dan kambium gabus. Kambium ini terbentuk dari dalam jaringan meristem yang telah ada pada akar dan batang. B. Jaringan Dewasa (Permanen) Jaringan dewasa merupakan jaringan yang terbentuk dari hasil diferensiasi sel-sel yang dihasilkan jaringan meristem, sehingga memenuhi suatu fungsi tertentu. Jaringan dewasa pada umumnya pertumbuhan terhenti atau sementara terhenti. Jaringan dewasa ada yang disebut permanen karena telah mengalami diferensiasi yang sifatnya irreversibel. Ciri-ciri jaringan dewasa antara lain: - Tidak melakukan aktivitas membelah diri - Ukuran sel relatif lebih besar daripada sel meristem, vakuola berukuran besar - Plasma sel sedikit hanya seperti selaput yang menempel pada dinding sel - Sel kadang telah mati (tidak ada sitoplasma) - Terdapat ruang antar sel, kecuali pada epidermis Jaringan dewasa meliputi, jaringan pelindung (epidermis), jaringan dasar (parenkim), jaringan penguat/penyokong (kolenkim dan sklerenkim), jaringan pengangkut/vaskuler(xilem dan floem) dan jaringan gabus (peridermis). 1. Jaringan Pelindung (Epidermis) Jaringan epdermis merupakan jaringan paling luar yang menutup permukaan organ tumbuhan, seperti daun, bagian bunga, buah dan biji, serta batang dan akar sebelum mengalami penebalan sekunder. Jaringan epidermis berfungsi sebagai pelindung jaringan yang ada di bagian sebelah dalamnya. Bentuk, ukuran, susunan dan fungsi sel epidermis berbeda-beda pada berbagai jenis organ tumbuhan. Ciri-ciri khas dari sel-sel epidermis adalah : - Sel-selnya hidup, biasanya terdiri dari satu lapis sel tunggal - Sel-sel rapat satu sama lain membentuk bangunan padat tanpa ruang antar sel. - Memiliki beragam bentuk, ukuran dan susunannya - Tidak memiliki klorofil - Dinding sel ada yang tipis, ada yang mengalami penebalan di bagian yang menghadap ke permukaan dan ada pula yang semua sisi dindingnya tebal berlignin. Beberapa bentuk khusus sel epidermis yang terdiferensiasi struktur dan fungsinya (derivat atau turunanannya) antara lain : a. Stomata (mulut daun) yang berfungsi sebagaitempat pertukaran gas (O2,CO2, dan uap air/H2O).Stomata berupa ruang antar sel yang dibatasi olehdua sel khas yan disebut sel penjaga. Sel penjagadan lubang tersebut bersama-sama membentukstomata. Pada banyak tumbuhan dapat dibedakanyaitu sel pelengkap, yang merupakan dua atau lebihsel khas yang membatasi sel penjaga. Sel tetangga berperan dalam perubahan osmotik yang menyebabkan gerakan sel penjaga yang mengatur lebar stomata. Letak stomata kebanyakan di permukaan bawah daun. Tipe utama stomata pada Dicotyledonae berdasarkan susunan sel epidermis yang berdekatan dengan sel penjaga, antara lain: 2) Tipe anomositik (ranunculaceous), yaitu sel penjaganya dikelilingi oleh sejumlah sel tertentu yang tidak berbeda dengan sel epidermis yang lain dalam bentuk maupun ukuran. Tipe ini umum pada Ranunculaceae, Geraniaceae, Capparidaceae, Cucurbitaceae, Malvaceae, Scrophulariaceae, Tamaricaceae, dan Pavaveraceae. 3) Tipe anisositik (cruciferous), yaitu setiap sel penjaga dikelilingi oleh tiga sel tetangga yang ukurannya tidak sama. Tipe ini umum pada Cruciferae, pada Nicotiana, Solanum, Sedum dan lainnya. 4) Tipe parasitik (rubiaceous), yaitu setiap sel penjaga bergabung dengan satu atau lebih sel tetangga, sumbu membujurnya sejajar dengan sumbu sel penjaga dan apertur. Tipe ini mum pada Rubiaceae, Magnoliaceae, sebagian besar spesies Concovulaceae, dan Mimosaceae, beberapa genus dari Papilonaceae seperti Ononis, Arachis, Phaseolus, dan Psoralea, dan lainnya. 5) Tipe diasitik (caryophyllaceous), yaitu setiap stoma dikelilingi dua sel tetangga, umumnya dinding selnya itu membuat sudut siku-siku terhadap sumbu membujur dtoma. Tipe ini umumnya pada Caryophyllaceae, Acanthaceae dan lain-lain. 6) Tipe aktinositik, yaitu stomata dikelilingi oleh lingkaran sel yang menyebar dalam radius. b. Trikoma, tonjolan epidermis dan tersusun atas beberapa sel yang mengalami penebalan sekunder. Trikoma berperan sebagai kelenjar yang mengeluarkan zat seperti terpen, garam dan gula. Rambut akar juga merupakan bentuk lain dari trikoma yang memiliki dinding sel tipis dengan vakuola yang besar. Fungsi lain trikoma antara lain: - Mengurangi penguapan (pada epidermis daun), - Meneruskan rangsang, - Melindungi tumbuhan dari gangguan hewan, - Membantu penyebaran biji, dan - Sebagai penghasil nektar c. Lentisel, berfungsi seperti stomata yaitu sebagai tempat keluar masuknya gas-gas ke dalam tumbuhan yang terdapat pada batang. d. Velamen merupakan lapisan sel mati di bagian dalam jaringan epidermis pada akar gantung (akar udara) tumbuhan anggrek dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan air. e. Sel kipas tersusun dari beberapa sel berdinding tipis dengan ukuran lebih besar dibandingkan sel-sel epidermis di sekitarnya. Bila terjadi penguapan air yang relatif besar,sel kipas akan menggulung sehingga daun akan menggulung untuk mengurangi penguapan yang lebih lanjut. Sel kipas dapat dijumpai pada epidermis atas daun familia Gramineae dan Cypereae. f. Sel silica/sel gabus, sel epidermis seperti serat pada Pteridophita tertentu, Gymnospermae,dan beberapa Gramineae, dan Dicotyledonae tertentu. Pada Gramineae diantara selepidermis batang ada yang panjang ada 2 tipe sel pendek, yaitu sel silika dan sel gabus. Sel silika berkembang penuh berisi badan silika yang merupakan massa isotrop dengan silika di bagian pusat yang berupa bulatan kecil. Pada penampang melintang, badan silika ada yang tampak bundar, elips, seperti halter, atau seperti pelana. Dinding sel gabus mengandung zat gabus (suberin) dan banyak berisi bahan organik pada. Di atas sel pendek seringkali terdapat papila, duri, atau rambut. Sel bagus kebanyakan pada kebanyakan tumbuhan berisi badan silika, dan pada rerumputan tertentu, badan silika jugaterdapat pada beberapa sel panjang. Badan silika juga terdapat dalam sel epidermis khususdari Cypereae dan beberapa Monocotyledonae. g. Litokis, sel yang mengandung sistolit. Litosis terpadat pada erpidermis daun beringin (Ficus sp.) berupa penebalan ke arah sentripetal yang tersusun atas tangkai selulosa dengan deposisi Ca-karbonat (kalsium karbonat) yang membentuk bangunan seperti sarang lebah yang disebut sistolit. 2. Jaringan Dasar (Parenkim) Jaringan parenkim merupakan suatu jaringan yang terbentuk dari sel-sel hidup, dengan struktur morfologi serta fisiologi yang bervariasi dan masih melakukan segala kegiatan prosesfisiologis. Jaringan parenkim disebut jaringan dasar karena dijumpai hampir di setiap bagian tumbuhan. Contohnya pada batang dan akar, parenkim dijumpai diantara epidermis dan pembuluh angkut, sebagai korteks. Parenkim dapat pula dijumpai sebagai empulur batang,Pada daun, parenkim merupakan mesofil daun, yang kadang terdiferensiasi menjadi jaringan tiang dan jaringan bunga karang, parenkim dijumpai sebagi parenkim penyimpan cadanganmakanan pada buah dan biji. Berdasarkan fungsinya, parenkim dibedakan menjadi beberapa macam: 1. Parenkim asimilasi, yaitu parenkim yang bertugas melakukan proses pembuatan zat-zat makanan, terletak di bagian tumbuhan berwarna hijau. 2. Parenkim penimbun, berfungsi sebagai jaringan penyimpan cadangan makanan sebagai larutan dalam vakuola, bentuk partikel padat, atau cairan dalam siroplasma. Letaknya di bagian dalam tumbuhan, misalnya empulur batang, akar, umbi, umbi lapis dan akar rimpang. Organ tersebut sel-selnya berisi cadangan makanan berupa: gula, tepung, lemakdan protein. 3. Parenkim air, dijumpai pada tumbuhan hidup di daerah kering (xerofit), tumbuhan epifit,dan tumbuhan sukulen sebagai penimbun air untuk menghadapi masa kering. 4. Parenkim udara dijumpai pada alat pengapung tumbuhan. Parenkim udara dapat puladijumpai pada tangkai daun Canna sp. sebagai tempat penyimpanan udara. 5. Parenkim angkut terdapat pada jaringan pengangkut yang sel-selnya berbentukmemanjang menurut arah pengangkutannya. Berdasarkan bentuknya, parenkim dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu: 1. Parenkim palisade, merupakan parenkim penyusun mesofil, kadang pada biji berbentuk sel yang panjang, tegak, mengandung banyak kloroplas. 2. Parenkim bunga karang, juga merupakan parenkim penyusun mesofil daun, bantuk danukurannya tak teratur dengan ruang antarsel yang lebih besar. 3. Parenkim bintang (aktinenkim) berbentuk seperti bintang bersambungan ujunganya dijumpai pada tangkai daun Canna sp. 4. Parenkim lipatan, dinding selnya mengadakan lipatan ke arah dalam serta banyak mengandung kloroplas, dijumpai pada mesofil daun pinus dan padi. 3. Jaringan Penguat/Penyokong Jaringan penguat penyokong jaringan yang memberikan kekuatan bagi tubuh tumbuhan agar dapat melakukan perimbangan-perimbangan bagi pertumbuhannya. Disebut juga jaringan penguat karena memiliki dinding sel yang tebal dan kuar serta sel-selya telah mengalami spesialisasi. Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan mekanik dibedakan menjadi jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim. a. Jaringan Kolenkim Jaringan kolenkim terdiri atas sel-sel yang mengalami penebalan selulosa. Jaringan kolenkim berperan penting sebagai jaringan penguat terutama pada organ-organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan pada perkembangan. Ciri-ciri sel pada jaringan kolenkim antara lain: - Sel-selnya hidup dengan protoplasma aktif, bentuk sel sedikit memanjang - Umumnya memiliki dinding dengan penebalan tidak teratur - Tidak memiliki dinding sel sekunder tetapi memiliki dinding primer yang lebih tebal daripada sel-sel parenkim - Lunak, lentur dan tidak berlignin. - Isi sel dapat mengandung kloroplas makin sederhana diferensiasinya makin banyak kloroplasnya, sehingga menyerupai parenkim, juga dapat mengandung tanin.Secara ontogeni, jaringan kolenkim berkembangdari sel-sel memanjang mirip prokambium dan terlihatpada tingkat awal diferensiasi meristem atau berkembangdari sel-sel isodiametris pada jaringan meristem dasar.Oleh karena kolenkim tidak memiliki dinding sekunderdan bahan penguat (lignin), maka kolenkim dapatmenyokong batang tanpa menghalangi pertumbuhan.Jaringan kolenkim biasanya berkelompok dalam bentukuntaian atau silinder. Kolenkim tumbuh memanjangmengikuti akar dan daun yang disokongnya.Kolenkim dapat dijumpai pada batang, daun, sertabagian-bagian bunga dan buah. Pada akar yang terkenasinar matahari juga dapat dijumpai adanya kolenkim. Pada kebanyakan tumbuhan Monocotyledoneae tidakdapat dijumpai adanya kolenkim jika sklerenkim dibentuk sejak tumbuhan masih muda.Berdasarkan penebalan dinding sel-nya, kolenkim dapat dibedakan menjadi 4 tipe, yaitu: 1) Kolenkim anguler (kolenkim sudut), penebalan dinding terdapat pada sudut sel dan menajang mengikuti sumbu sel. Contohnya pada tangkai daun Vitis sp., Begonia sp., Solanum tuberosa dan Atropa belladonna. 2) Kolenkim lameler (kolenkim lempeng), penebalan dinding sel terutama pada dinding tangensial (sejajat permukaan organ) sehingga pada irisan melintang terlihat seperti papan yang berderet-deret. Contonhya pada korteks batang Sembucus javanica dan Sambucus nigra. 3) Kolenkum tubular (lakunar), penebalan dinding sel terdapat pada bagian dinding sel yang menghadap ruang antar sel. Contohnya pada tangkai daun Salvia, Malva dan Althaea. 4) Kolenkim tipe cincin, pada penampang lintang lumen sel berbentuk lingkaran atau seperti lingkaran. Pada waktu menjelang dewasa terlihat bahwa karena pada tipe sudut penebalan bersambungan pada dinding sel maka lumen tidak menyudut lagi. b. Jaringan Sklerenkim Jaringan sklerenkim jaringan penyokong yang dijumpai pada organ tumbuhan yang tidak lagi mengalami pertumbuhan dan perkembangan atau pada tumbuhan yang telah dewasa. Jaringan sklerenkim terdiri atas serabut (serat-serat sklerenkim) dan sklereid (selsel batu). Ciri-ciri sel pada jaringan sklerenkim, yaitu: - Sel-selnya telah mati dengan dinding sel yang tebal - Dinding sekunder yang tebal, umumnya terdiri dari zat lignin - Bersifat kenyal, pada umumnya tidak lagi mengandung kloroplas - Sel-selnya lebih kaku daripada kolenkim, sel sklerekim tidak dapat memanjang 1) Serabut Serabut pada umumnya terdapat dalam bentukuntaian atau dalam bentuk lingkaran. Di dalamberkas pengangkut, serabut biasanya merupakansuatu seludang yang berhubungan dengan berkaspengangkut atau dalam kelompok yang tersebardi dalam xilem dan floem.Berdasarkan tempatnya, serat sklerenkimdibedakan menjadi dua, yaitu serat xilem apabilaserat tersebut terdapat di dalam jaringan xilem dan serta ekstra xilem apabila seratterdapat di luar sistem jaringan xilem. Serat-serat sklerenkim mempunyai ukuranantara 2mm sampai dengan 25cm. Serat sklerenkim yang panjang dapat dijumpai pada Agave, Hibiscus sabdariffa dan Hibiscus canabinus. 2) Sklereid Sklereid terdapat dalam semua bagian tumbuhan, terutama di dalam kulit kayu, pembuluh tapis dan dalam buah atau biji. Sel sklereid bisa terdapat secar soliter sebagai idioblast atau dalam kumpulan sel dengan jumlah yang besar bahkan pada tempurung kelapa (Cocos nucifera) hampir seluruhnya terdiri dari sklereid. Secara ontogenis, sklereid berkembang dari sel-sel parenkim melalui penebalan sekunder dinding selnya. Berdasarkan bentuknya, sklereis dibedakan menjadi 5 macam, yaitu: 1. Brakisklereid, merupakan sel batu yang bentuknya seperti insang ikan, dijumpai pada floem kulit kayu serta daging buah tertentu seperti pear (Pyrus communis). 2. Makrosklereid merupakan sbutan bagi sklereid yan bentuk seperti tongkat dan dijumpai pada kulit biji tumbuhan suku kacang-kacangan (Leguminosae). 3. Osteosklereid apabila berbentuk seperti tulang dengan ujung yang membesar dan kadang-kadang sedikit bercabang. Sklereid ini dijumpai dalam kulit biji dan kadng-kadang dalam daun Dicotyledoneae. 4. Asteroslereid merupakan sklereid yang bercabang-cabang berbentuk seperti bintang dan sering terdapat pada daun. 5. Trikoslereid merupakan sklereid yang memanjang seperti benang dengan satu percabangan teratur. 4. Jaringan Pengangkut (Vaskuler) Jaringan pengangkut pada tumbuhan tingkat tinggi terdiri dari xilem dan floem. Xilem meliputi trakea dan trakeida serta unsur-unsur lain seperti serabut dan parenkim xilem. Xilem,khususnya trakea dan trakeida berfungsi mengangkut mineral dan air dari akar sampai daun,sedangkan floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke bagian organ yanglain, yaitu batang, akar, atau umbi. Floem terdiri dari buluh tapis, sel pengiring dan parenkim floem. a. Xilem Xilem merupakan suatu jaringan pengangkut yang kompleks terdiri dari berbaai macam bentuk sel. Pada umumnya sel-sel penyusun xilem telah mati dengan dinding selyang sangat tebal tersusun dari zat lignin sehingga xilem berfungsi juga sebagai jaringanpenguat. Unsur-unsur xilem terdiri dari unsur trakeal, serat xilem dan parenkim xilem. 1) Unsur Trakeal Unsur trakeal merupakan unsur yang bertugas dalam pengangkutan air beserta zat terlarut di dalamnya, dengan sel-sel yang memanjang, tidak mengandung protoplas (bersifat mati), dinding sel berlignin, mempunyai macam-macam noktah. Unsur trakeal terdiri dari dua macam sel, yaitu trakea dan trakeida. Trakea (pembuluh kayu) terdiri dari deretan sel yang tersusun memanjang dengan ujung berlubang dan bersambungan pada ujung dan pangkalnya, sedangkan trakeida merupakan sel panjang dengan ujung yang runcing tanpa adanya lubang sehingga pengangkutan melalui pasangan noktah pada dua ujung trakea yang saling menimpa. Bagian trakea yang berlubang disebut lubang perforasi. Pada tumbuhan dikenal tiga macam lempeng perforasi, yaitu lempeng perforasi sederhana dengan sebuah lubang yang memenuhi seluruh dinding ujung sel yang ditempati, lempeng perforasi skalariform dengan lubang pipih dan sejajar lempeng sehingga menunjukkan bentuk tangga, lempeng perforasi jala dengan jalinan lubang membentuk jala. Lempeng perforasi skalariform dan jala disebut juga lempeng perforasi majemuk. 2) Serat Xilem Serat xilem merupakan sel panjang dengan dinding sekunder yang biasanya berlignin. Ada dua macam serta pada tumbuhan, yakni serta trakeid dan serat libriform. Serta libriform mempunyai ukuran lebih panjang dan dinding selnya lebih tebal dibanding serta trakeid. Dijumpai adanya noktah sederhana pada serar libriform, sedangkan serat trakeid memiliki noktah terlindung. 3) Parenkim Xilem Parenkim xilem biasanya terdudun dari sel-sel yang masih hidup. Dijumpai pada xilem primer maupun xilem sekunder. Pada xilem skunder dijumpai dua macam parenkim. Yaitu parenkim kayu dan parenkim jari-jari empulur. Parenkim kayu sel-selnya dibentuk oleh sel-sel pembentuk fusi unsur-unsur trakea yang sering mengalami penebalan sekunder pada dindingnya. Dijumpai adanya noktah berhalaman dan noktah biasa. Sel-sel parenkim xilem befungsi sebagai tempat cadangan makanan. Zat tepung biasanya tertimbun sampai pada saat-saat giatnya pertumbuhan kemudian berkurang bersamaan dengan kegiatan kambium. Parenkim jari-jari empulur tersusun dari sel-sel yang pada umumnya mempunyai dua bentuk dasar, yakni sel-sel yang bersumbu panjang ke arah radial dan sel-sel bersumbu panjang ke arah vertikal. b. Floem Floem merupakan jaringan pengangkut yangberfungai mengangkut dan mendistribusikan zat-zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke bagian tumbuhan yang lain. Floem tersusun dari berbagai macam bentuk sel-sel yang bersifat hidup dan mati. Unsur-unsur floem meliputi unsur tapis, sel pengiring,sel albumin (pada Gymnospermae), serat-serat floemdan parenkim floem. 1) Unsur-unsur tapis Ciri khas dari unsur tapis dalah hanya daerah tapis dindingnya tipis dan inti hilang dari protoplas. Daerah tapis diartikan sebagai daerah noktah yang termodifikasi dan tampak sebagai daerah cekung di dinding yang berpori-pori. Pori-pori tersebut dilalui oleh plasmodesmata yang menghubungkan dua unsur tapis yang berdampingan. Sel-sel tapis merupakan sel panjang yang ujungnya meruncing di bidang tangensial dan membulat di bidang radial. Dinding lateral banyak mengandung daerah tapis yang berpori. Pada komponen bulu tapis, dinding ujungnya saling berlekatan dengan dinding ujung sel di bawahnya atau di atas sehingga membentuk deretan sel-sel memanjang yang disebut pembuluh tapis. 2) Sel Pengiring Sel pengiring berhubungan erat dengan pembuluh tapis. Sel-sel pengiring biasanya merupakan untaian atau deretan yang menyerupai sel parenkim dengan sel-sel yang yang bersifat hidup. Sel pengiring diduga berperan dalam keluar masuknya zat-zat makanan melalui pembuluh tapis. 3) Sel Albumin Sel albumin merupakan sel-sel jari-jari empulur dan sel-sel parenkim buluh tpais yang mengandung banyak zat putih telur dan terletak dekat dengan sel-sel tapis pada tumbuhan Gymnospermae. Diduga sel-sel albumin mempunyai fungsi serupa dengan sel pengiring. 4) Serat-Serat Floem Letak serat-serat floem pada berkas floem bervariasi. Pada floem primer, serat terdapat pada bagian jaringan sebelah luar yang awalnya berkelompok membentuk suatu klaster atau masa kemudian dalam perkembangannya akan menjadi homogen. Sedang pada floem sekunder letak serat mengikuti berbagai pola. Serat dewasa dapat bersifat hidup maupun mati. Serat hidup dapat juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan. 5) Parenkim Floem Parenkim floem merupakan jaringan parenkim biasa yang terletak di bagian buluh tapis,merupakan sel hidup yang berfungsi sebagai tempat penyimpan zat-zat tepung, lemak dan zat-zat organik lainnya. pengangkutan pada tumbuhan 1. Pengambilan Zat – zat oleh Tumbuhan dari Lingkungan Tumbuhan memerlukan beberapa zat dari lingkungannya, terutama air, mineral, oksigen, dan karbon dioksida. Oksigen dan karbon dioksida dari udara diambil oleh tumbuhan tingkat tinggi melalui daun. Air dan garam mineral yang terkandung di dalam air diserap tumbuhan dari dalam tanah melalui rambut akar. Bagian akar yang aktif terlibat dalam menyerapan garam mineral adalah pada daerah perpanjangan tepat dibelakang ujung akar. pada waktu penyerapan air, unsur – unsur mineral yang larut dalam air juga terbawa masuk kedalam akar. Proses pengambilan karbondioksida dan oksigen dari udara serta air, dan unsur -unsur dari dalam tanah oleh tumbuhan, berlangsung dengan cara difusi, osmosis dan transpor aktif. 2. Pengangkutan Air dan Mineral Pengangkutan air dan garam mineral yang diperoleh dari tanah berlangsung melalui dua cara, yaitu : a. Pengangkutan Ekstravaskular Pengangkutan air dan mineral diluar berkas pembuluh disebut pengangkutan ekstra vaskular. Pada pengangkutan ekstravaskular, setelah sampai di sel epidermis akar, air akan bergerak di antara sel –sel korteks. Untuk memasuki silinder pusat (stele), air harus melewati sitoplasma sel-sel endodermis, dan setelah sampai di stele, air akan bergerak bebas di antara sel-sel. pengangkutan ekstravaskular dapat terjadi secara apoplas dan simplas. b. Pengangkutan Intravaskular Pengangkutan intravaskular berlangsung dari akar menuju bagian atas tumbuhan melalui berkas pembuluh, yaitu xilem. Pengangkutan air dan mineral dari akar sampai ke daun bermula dari xilem akar ke xilem batang menuju ke xilem tangkai daun dan ke xylem tulang daun. Tulang dau mengandung ikatan pembuluh. Dari xilem tulang daun, air masuk ke sel-sel bunga karang pada mesofil. Air dan garam-garam mineral tersebut akan digunakan dalam proses fotosintesis dan transportasi. Dapat disimpulkan bahwa pengangkutan air dan mineral dari dalam tanah sampai ke tubuh tumbuhan melalui lintasan berikut: Rambut akar → epidermis → korteks → endodermis → xilem akar → xilem batang → xilem daun → parenkim mesofil daun. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Dermal Tissues. Diambil dari: http://www.phschool.com/science/biology_place/ biocoach/ plants/dermal.html Anonim. Jaringan Meristem. Diambil dari: http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/Sponsor- Pendamping/Praweda/Biologi/0049%20Bio%202-2a.htm Anonim. Jaringan Parenkim. Diambil dari: http://www.e-dukasi.net/mapok/mp_files/mp_303/ materi07.html Anonim. Pertumbuhan Pada Tumbuhan. Diambil dari: http://www.e-dukasi.net/mapok/ mp_full.php?id=303&fname=materi03.html Anonim. Stoma. Diambil dari: http://www.palaeos.com/Plants/Lists/Glossary/GlossarySi.html Fahn, A. 1995. Anatomi Tumbuhan Edisi Ketiga. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Syamsuri, Istamar, dkk. 2004. Biologi untuk SMA Kelas XI Semester 1. Jakarta: Erlangga

contoh soal ulangan harrian TIK kelas XI tentang Microsoft Excel

Friday, 21 February 2014

contoh berita duka

innalillahiwainna ilahirroji'un telah meninggal dunia adek kami dari SMAN 1 praya lale elyza zahroyana dari x mia 6... kami mhn seiklasnya dari temen2 yg sempt membaca,untuk menghadiahkan surah Al-fatihah...semoga almarhumah di temp-tkan di sisi Allah swt, dan Allah mengampuninya..

Contoh Pengumuman Penerimaan siswa baru

YAYASAN PONDOK PESANTREN BIRRUL WALIDAIN NW KETAPAK DESA PENGENGAT PUJUT LOMBOK TENGAH NTB Alamat: Dadap Desa Pengngat Pujut Lombok Tengah NTB Kepada Yth. Calon Siswa Baru di Tempat PENGUMUMAN PENERIMAAN SISWA BARU NOMOR : 10/MTs.BW-NW/VI/2013 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Berdasarkan hasil rapat Dewan Guru tentang standar kelulusan calon siswa baru tanggal 21 Juni 2013, maka dengan ini meneranagkan bahwa : Nama : ………………………………………….. Dinyatakan DITERIMA / TIDAK DITERIMA di Kelas VII Tahun Tahun Pelajaran 2013/2014. Demikian untuk maklum, dan terima kasih Dadap, 22 Juni 2013 Kepala Madrasah JUMERAH,S.Pd

Friday, 14 February 2014

PENGERTIAN DAN CIRI-CIRI KELOMPOK SOSIAL

I. PENGERTIAN DAN CIRI-CIRI KELOMPOK SOSIAL A. PENGERTIAN KELOMPOK SOSIAL Definisi menurut beberapa ahli: 1. Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, kelompok social sebagai kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi. 2. Soerjono Soekanto, kelompok social adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan antara mereka secara timbale balik dan saling mempengaruhi 3. Hendropuspito, kelompok social sebagai suatu kumpulan nyata, teratur dan tetap dari individu-individu yang melaksanakan peran-perannya secara berkaitan guna mencapai tujuan bersama. Dapat disimpulkan bahwa kelompok social adalah sekumpulan manusia yang memiliki persamaan cirri dan memiliki pola interaksi yang terorganisir secara berulang-ulang, serta memiliki kesadaran bersama akan keanggotaannya SYARAT KELOMPOK SOSIAL 1. Setiap anggota kelompok memiliki kesadaran bahwa ia bagian dari kelompok tsb. 2. Adanya hubungan timbal balik antaranggota 3. Adanya faktor pengikat, seperti kesamaan ideologi, kesamaan kepentingan atau kesamaan nasib 4. Memiliki struktur, kaidah dan pola perilaku 5. Bersistem dan berproses B. CIRI-CIRI KELOMPOK SOSIAL 1. Merupakan kesatuan nyata dan dapat dibedakan dari kelompok atau kesatuan manusia lain 2. Memiliki stuktur sosial yang setiap anggotanya memiliki status dan peran tertentu 3. Memiliki norma yang mengatur hubungan diantara para anggotanya 4. Memiliki kepentingan bersama 5. Adanya interaksi dan komunikasi di antara para anggotanya II. DASAR PEMBENTUKAN KELOMPOK SOSIAL 1. Faktor kepentingan yang sama (Common Interest) Misalnya : kelompok arisan, kelompok seniman, kelompok olahragawan 2. Faktor darah dan keturunan yang sama (Common Ancestry) Misalnya : kelompok keturunan Arab, kelompok keturunan Cina 3. Faktor geografis Misalnya : masyarakat yang tinggal di daerah Pantai membentuk kelompok nelayan 4. Faktor daerah asal yang sama Misalnya : KMJB (Keluarga Mahasiswa Jabar), Keluarga Besar Minang III. MACAM-MACAM KELOMPOK SOSIAL A. Klasifikasi menurut cara terbentuknya 1. Kelompok semu Ciri-ciri kelompok semu : - Tanpa rencana dan terbentuknya secara spontan - Tidak terorganisir dalam suatu wadah tertentu - Tidak ada interaksi, tidak ada interrelasi, dan tidak ada komunikasi secara terus-menerus - Tidak ada kesadaran berkelompok - Kehadirannya tidak konstan a. Kerumunan Bentuk-bentuk kerumunan • Formal audience / khalayak penonton / pendengar resmi: mempunyai pusat perhatian dan persamaan tujuan tetapi sifatnya sangat pasif Contoh : penonton boiskop, hadirin suatu khotbah • Planned expressive group : kerumunan yang tidak begitu mementingkan pusat perhatian tetepi mempunyai persamaan tujuan serta kepuasan yang dihasilkan Contoh : orang yang berdansa, berpesta dan berekreasi • Inconvenient causal crowds: kerumunan yang bersifat terlalu sementara yang ingin mempergunakan fasilitas-fasilitas sama Contoh : orang antri karcis, orang yang menunggu bis • Panic causal crowds / kerumunan panik: orang-orang dalam keadaan panik yang sedang berusaha menyelamatkan dari suatu bahaya • Spectator causal crowds / kerumunan penonton : terjadi karena orang-orang ingin melihat suatu peristiwa tertentu, hampir sama dengan khalayak penonton tetapi kerumunan penonton tanpa direncanakan • Acting lawless crowds / acting mob / kerumunan emosional : mempunyai tujuan tertentu dengan menggunakan kekuatan fisik yang berlawanan dengan norma- norma social • Immoral lawless crowds / kerumunan tak bermoral : segala tindakannya berlawanan dengan norma-norma pergaulan hidup b. Massa Ciri-ciri massa • Terdiri dari orang-orang dalam segala lapangan dan tingkatan sosial • Anonim dan heterogen • Tidak terdapat interaksi dan interelasi • Tidak mampu bertindak secara teratur • Adanya sikap yang kurang kritis, gampang percaya pada pihak lain, amat sugestible (mudah dipengaruhi) c. Publik Ciri-ciri publik (khalayah ramai) • Kelompok yang tidak teratur • Interaksi secara tidak langsung melalui media massa • Perilaku publik didasarkan pada perilaku individu • Anonim dan terdiri atas berbagai lapisan masyarakat • Mempunyai minat yang sama terhadap suatu masalah • Minat yang sama tersebut belum tentu mempunyai opini atau pendapat yang sama terhadap suatu masalah • Berusaha menguasai masalah tsb • Adanya kecenderungan mereka berfikir rasional 2. Kelompok nyata a. Statistical Group (Kelompok Statistik) Ciri-ciri kelompok statistik • Tidak direncanakan, tidak disengaja, tidak berarti sangat mendadak / spontan tetapi sudah terbentuk dengan sendirinya • Tidak terhimpun dan tidak terorganisir dalam wadah tertentu • Tidak ada interaksi, tidak ada interrelasi, dan tidak ada komunikasi secara terus-menerus • Tidak ada kesadaran berkelompok • Kehadirannya konstan b. Societal Group (Kelompok Sosieta) Ciri-ciri kelompok sosieta • Tidak direncanakan, tidak sengaja, terbentuk dengan sendirinya • Kemungkinan terhimpun dalam suatu wadah tertentu • Kemungkinan terjadi interaksi, interrelasi, atau komunikasi • Kemungkinan terjadi kesadaran kelompok • Kehadirannya konstan c. Social Group (Kelompok Sosial) Sering disamakan dengan masyarakat dalam arti khusus. Terbentuk karena adanya unsure-unsur yang sama, seperti tempat tinggal, pekerjaan yang sama, kedudukan yang sama, atau kegemaran yang sama. Memiliki anggota yang berinteraksi dan melakukan komunikasi secara terus menerus. Contoh: tetangga, teman d. Associational Group (Kelompok Assosiasi) Ciri-ciri kelompok asosiasi • Direncanakan atau sengaja dibentuk • Terorganisir secara nyata dalam suatu wadah • Ada interaksi dan interrelasi serta komunikasi secara terus-menerus • Adanya kesadaran kelompok yang kuat • Kehadirannya konstan Contoh: dalam lembaga pendidikan, kesatuang angkatan bersenjata B. Klasifikasi menurut erat longgarnya ikatan antaranggota Menurut Ferdinand Tonnies: a. GEMEINSCHAFT (PAGUYUBAN) Kelompok sosial yang anggota-anggotanya memiliki ikatan batin yang murni, bersifat alamiah dan kekal Bentuk gemeinschaft • Gemeinschaft by blood (ikatan darah) Contoh : keluarga , kelompok kekerabatan • Gemeinschaft of place ( tempat) Contoh : Rukun Tetangga, Rukun Warga • Gemeinschaft of mind (dasar ideologi): terdiri dari individu yang memiliki jiwa dan pikiran yang sama karena ideologi yang sama b. Gesselscaft (patembayan) : ikatan lahir yang bersifat pokok untuk waktu yang yang pendek, strukturnya bersifat mekanis dan bersifat sebagai suatu bentuk pikiran belaka Ciri-ciri gesselshaft : • Hubungan terbatas pada urusan tertentu • Hubungan antar peran dan status • Bersifat publik life C. Klasifikasi kelompok sosial menurut pencapaian tujuan a. Kelompok formal : memiliki peraturan tegas dan sengaja dibuat oleh anggotanya untuk mengatur hubungan antaranggotanya b. Kelompok informal : terbenhtuk karena pertemuan yang berulang-ulang dan merasa memiliki kepentingan dan pengalaman yang sama D. Klasifikasi menurut pendapat Merton a. Membership group merupakan kelompok social yang setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut b. Reference group kelompok social yang menjadi acuan bagi seseorang yang bukan anggota kelompok untuk membentuk pribadi dan perilakunya sesuai dengan kelompok acuan. E. Klasifikasi menurut sudut pandang individu a. In group (kelompok sendiri) kelompok social tempat individu mengidentifikasikan dirinya b. Out group (kelompok luar) kelompok yang menjadi lawan in group, menjadi dasar munculnya sikap etnosentris F. Klasifikasi menurut kualitas hubungan antar anggota a. Kelompok primer Suatu kelompok yang hubungan antar anggota saling mengenal dan bersifat informal b. Kelompok sekunder suatu kelompok yang hubung antaranggotanya bersifat formal, impersonal dan didasarkan pada asas manfaat.

Wednesday, 5 February 2014

CONTOH SURAT UNDANGAN

MADRASAH TSANAWIYAH BIRRUL WALIDAIN NW KETAPAK DESA PENGENGAT KEC.PUJUT LOMBOK TENGAH Alamat : Ketapak Pujut Loteng NTB Kode Post.83573 Ketapak, 10 September 2013 Nomor : 09 /MTs.BW-NW/IX/2013 Lampiran : - Perihal : Undangan Rapat Pembentukan Tim Pengembang Madrasah Kepada Yth.Bapak/Ibu Guru/Pegawai Komite & Yayasan Di – Tempat. Bismillahi Wabihamdihi Assalamu‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sehubungan dengan beberapa hal yang terkait dengan tahapan pelaksanaan akreditasi madrasah di MTs. Birrul Walidain NW Ketapak, maka kami bermaksud mengundang Bapak/Ibu/Saudara untuk bersama-sama membahas hal tersebut sekaligus membentuk Tim Pengembang Madrasah yang insya Allah akan dilaksanakan nanti pada : Hari/Tanggal : Selasa/ 6 September 2013 Waktu : 08.30-12.00 Tempat : Gedung MTs. Birrul Walidain Mengingat pentingnya acara dimaksud maka diharapkan kehadiran Bapak/Ibu/Saudara tepat waktu. Sekian undangan ini kami buat dan terima kasih sebelumnya kami ucapkan atas partisipasi dan kerjasamanya yang baik. Wallahul Muwaffiqu Walhadi Ila Sabilirrasyad Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Kepala Madrasah, JUMERAH, S.Pd

Thursday, 12 December 2013

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL (GONORE)

ABSTRACT GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL (GONORE) DI KELAS XII IPA SMAN 2 PUJUT, KECAMATAN PUJUT, KABUPATEN LOMBOK TENGAH Intisari : Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah penyakit-penyakit yang timbul atau ditularkan melalui hubungan seksual dengan manifestasi klinis berupa timbulnya kelainan-kelainan terutama pada alat kelamin sedangkan Gonore adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae (N. gonorrhoeae). Rancangan penelitian deskriptif. Sampel 57 responden yang diberi pertanyaan tentang infeksi menular seksual (gonore). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan koesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 57 responden terdapat 38 responden berpengetahuan buruk dengan persentasi (66,7%), 9 orang berpengetahuan sedang dengan persentasi (17,5%), 10 orang dengan berpengetahuan baik dengan persentasi (15,8%). Kata Kunci : Infeksi Menular Seksual (Gonore), Pengetahuan ABSTRACT OVERVIEW OF KNOWLEDGE LEVEL OF YOUTH SEXUALLY TRANSMITTED INFECTIONS (GONORRHEA) IN CLASS XII IPA SMAN 2 PUJUT, SUB PUJUT, CENTRAL DISTRICT LOMBOK Digest: Sexually Transmitted Infections (STIs) are diseases that arise or are transmitted through sexual contact with clinical manifestations such as the emergence of abnormalities, especially in the genitals while Gonorrhea is an infectious disease caused by Neisseria gonorrhoeae (N. gonorrhoeae). Descriptive research design. Samples were 57 respondents who were questioned about sexually transmitted infections (gonorrhea). Techniques of observation and data collection using koesioner. The results showed that of the 57 respondents 38 respondents are knowledgeable poorly with percentage (66.7%), 9 people were knowledgeable with the percentage (17.5%), 10 people with well knowledgeable with the percentage (15.8%). Keywords: Sexually Transmitted Infections (Gonorrhea), Knowledge