Please Bantu Saya, Like This !!!

×

Powered By Blogger Widget and Get This Widget

Friday, 16 May 2014

SISTEM KOLOID



TUGAS KIMIA TENTANG SISTEM KOLOID








         0LEH :
       AHMAD FATONI DWI P.
        LALU ARDANI AULIA
 

 



A.  SISTEM KOLOID
Sistem koloid (selanjutnya disingkat "koloid" saja) merupakan suatu bentuk campuran (sistem dispersi) dua atau lebih zat yang bersifat homogen namun memiliki ukuran partikel terdispersi yang cukup besar (1 - 100 nm), sehingga terkena efek Tyndall. Bersifat homogen berarti partikel terdispersi tidak terpengaruh oleh gaya gravitasi atau gaya lain yang dikenakan kepadanya; sehingga tidak terjadi pengendapan, misalnya. Sifat homogen ini juga dimiliki oleh larutan, namun tidak dimiliki oleh campuran biasa (suspensi).
Koloid mudah dijumpai di mana-mana:
susu, agar-agar, tinta, sampo, serta awan merupakan contoh-contoh koloid yang dapat dijumpai sehari-hari. Sitoplasma dalam sel juga merupakan sistem koloid. Kimia koloid menjadi kajian tersendiri dalam kimia industri karena kepentingannya.

PENGELOMPOKAN SISTEM KOLOID
Sistem koloid adalah campuran yang heterogen. Telah diketahui bahwa terdapat tiga fase zat, yaitu padat, cair, dan gas. Dari ketiga fasa zat ini dapat dibuat sembilan kombinasi campuran fase zat, tetapi yang dapat membentuk sistem koloid hanya delapan. Kombinasi campuran fase gas dan fase gas selalu menghasilkan campuran yang homogen (satu fase) sehingga tidak dapat membentuk sistem koloid. 
1.   Sistem Koloid Fase Padat-Cair (Sol)
Sistem koloid fase padat-cair disebut sol. Sol terbentuk dari fase terdispersi berupa zat padat dan fase pendispersi berupa cairan. Sol yang memadat disebut gel. Berikut contoh-contoh sistem koloid fase padat-cair.
a.  Agar-agar
Padatan agar-agar yang terdispersi di dalam air panas akan menghasilkan sistem koloid yang disebut sol. Jika konsentrasi agar-agar rendah, pada keadaan dingin sol ini akan tetap berwujud cair. Sebaliknya jika konsentrasi agar-agar tinggi pada keadaan dingin sol akan menjadi padat dan kaku. Keadaan seperti ini disebut gel.
b. Pektin
Pektin adalah tepung yang diperoleh dari buah pepaya muda, apel, dan kulit jeruk. Jika pektin didispersikan di dalam air, terbentuk suatu sol yang kemudian memadat sehingga membentuk gel. Pektin biasa digunakan untuk pembuatan selai.
c.  Gelatin
Gelatin adalah tepung yang diperoleh dari hasil perebusan kulit atau kaki binatang, misalnya sapi. Jika gelatin didispersikan di dalam air, terbentuk suatu sol yang kemudian memadat dan membentuk gel. Gelatin banyak digunakan untuk pembuatan cangkang kapsul. Agar-agar, pektin dan gelatin juga digunakan untuk pembuatan makanan, seperti jelly atau permen kenyal (gummy candies).
d. Cairan Kanji
Tepung kanji yang dilarutkan di dalam air dingin akan membentuk suatu suspensi. Jika suspensi dipanaskan akan terbentuk sol, dan jika konsentrasi tepung kanji cukup tinggi, sol tersebut akan memadat sehingga membentuk gel. Suatu gel terbentuk karena fase terdispersi mengembang, memadat dan menjadi kaku.
e. Air sungai (tanah terdispersi di dalam medium air).
f. Cat tembok dan tinta (zat warna terdispersi di dalam medium air).
g. Cat kayu dan cat besi (zat warna terdispersi di dalam pelarut organik).
h. Gel kalsium asetat di dalam alkohol.
i. Sol arpus (damar).
j. Sol emas, sol Fe(OH)3, sol Al(OH)3, dan sol belerang.

2.  Sistem Koloid Fase Padat-Padat (Sol Padat)
Sistem koloid fase pada-padat terbentuk dari fase terdispersi dan fase pendispersi yang sama-sama berwujud zat padat sehingga dikenal dengan nama sol padat. Lazimnya, istilah sol digunakan untuk menyatakan sistem koloid yang terbentuk dari fase terdispersi berupa zat padat di dalam medium pendispersi berupa zat cair sehingga tidak perlu digunakan istilah sol cair. Contoh sistem koloid fase padat-padat adalah logam campuran (aloi), misalnya stainless steel yang terbentuk dari campuran logam besi, kromium dan nikel. Contoh lainnya adalah kaca berwarna yang dalam ini zat warna terdispersi di dalam medium zat padat (kaca).

3.   Sistem Koloid Fase Padat-Gas (Aerosol Padat)
Sistem koloid fase padat-gas terbentuk dari fase terdispersi berupa padat dan fase pendispersi berupa gas. Anda sering menjumpai asap dari pembakaran sampah atau dari kendaraan bermotor. Asap merupakan partikel padat yang terdispersi di dalam medium pendispersi berupa gas (udara). Partikel padat di udara disebut partikulat padat. Sistem dispersi zat padat dalam medium pendispersi gas disebut aerosol padat. Sebenarnya istilah, aerosol lazim digunakan untuk menyatakan sistem dispersi zat cair di dalam medium gas sehingga tidak perlu disebut aerosol cair.

4.  Sistem Koloid Fase Cair-Gas (Aerosol)
Sistem koloid fase cair-gas terbentuk dari fase terdispersi berupa zat cair dan fase pendispersi berupa gas. Contoh sistem koloid ini adalah kabut dan awan. Partikel-partikel zat cair yang terdispersi di udara (gas) disebut partikulat cair. Contoh aerosol adalah hairspray, obat nyamuk semprot, parfum (body spray), cat semprot dan lain-lain. Pada produk-produk tersebut digunakan zat pendorong (propellant) berupa senyawa klorofluorokarbon (CFC).

5.   Sistem Koloid Fase Cair-Cair (Emulsi)
Sistem koloid fase cair-cair terbentuk dari fase terdispersi berupa zat cair dan medium pendispersi yang juga berupa cairan. Campuran yang terbentuk bukan berupa larutan, melainkan bersifat heterogen. Misalnya campuran antara minyak dan air. Air yang bersifat polar tidak dapat bercampur dengan minyak yang bersifat nonpolar. Untuk dapat “mendamaikan” air dan minyak, harus ada zat “penghubung” antara keduanya. Zat penghubung ini harus memiliki gugus polar (gugus yang dapat larut di dalam air) dan juga harus memiliki gugus nonpolar (gugus yang dapat larut di dalam minyak) sehingga zat penghubung tersebut dapat bercampur dengan air dan dapat pula bercampur dengan minyak.
Sistem koloid cair-cair disebut emulsi. Zat penghubung yang menyebabkan pembentukan emulsi disebut emulgator (pembentuk emulsi). Jadi, tidak ada emulsi tanpa emulgator. Contoh zat emulgator, yaitu sabun, detergen, dan lesitin. Minyak dan air dapat bercampur jika ditambahkan emulgator berupa sabun atau deterjen. Oleh karena itu, untuk menghilangkan minyak yang menempel pada tangan atau pakaian digunakan sabun atau deterjen, yang kemudian dibilas dengan air.
Susu, air santan, krim, dan lotion merupakan beberapa emulsi yang Anda kenal dalam kehidupan sehari-hari. Susu murni (dalam bentuk cair) merupakan contoh bentuk emulsi alami karena di dalam susu murni telah terdapat emulgator alami, yaitu kasein. Di dalam industri makanan, biasanya susu murni diolah menjadi susu bubuk. Susu bubuk yang terbentuk menjadi sukar larut dalam air, kecuali dengan menggunakan air panas. Oleh karena itu, digunakan zat emulgator yang berupa lesitin sehingga susu bubuk tersebut dapat mudah larut dalam air, sekalipun hanya dengan menggunakan air dingin. Susu bubuk yang dicampur dengan zat emulgator dikenal dengan istilah susu bubuk instant. Contoh lain emulsi adalah krim (emulsi yang berbentuk pasta), dan lotion (emulsi yang berbentuk cairan kental atau krim yang encer).
Sistem emulsi banyak digunakan dalam berbagai industri seperti berikut.
a. Industri kosmetik: dalam bentuk berbagai krim untuk perawatan kulit, dan berbagai lotion yang berasal dari minyak, serta haircream (minyak rambut).
b. Industri makanan: dalam bentuk es krim dan mayones.
c. Industri farmasi: dalam bentuk berbagai krim untuk penyakit kulit, sirup, minyak ikan, dan lain-lain.
Mayones terbuat dari minyak tumbuh-tumbuhan (minyak jagung atau minyak kedelai) dan air. Pada mayones ini digunakan kuning telur sebagai zat emulgator.

6.  Sistem Koloid Fase Cair-Padat (Emulsi Padat)
Sistem koloid fase cair-padat terbentuk dari fase terdispersi berupa zat cair dan medium pendispersi berupa zat padat sehingga dikenal dengan nama emulsi padat. Sebenarnya, istilah emulsi hanya digunakan untuk sistem koloid fase cair-cair. Jadi, emulsi berarti sistem koloid fase cair-cair (tidak ada istilah emulsi cair). Contoh emulsi padat, yaitu keju, mentega, dan mutiara. 

7.  Sistem Koloid Fase Gas-Cair (Busa)
Sistem koloid fase gas-cair terbentuk dari fase terdispersi berupa gas dan medium pendispersi berupa zat cair. Jika anda mengocok larutan sabun, akan timbul busa. Di dalam busa sabun terdapat rongga yang terlihat kosong. Busa sabun merupakan fase gas dalam medium cair. Contoh-contoh zat yang dapat menimbulkan busa atau buih, yaitu sabun, deterjen, protein, dan tanin.
Pada proses pencucian, busa yang ditimbulkan oleh sabun atau deterjen dapat mempercepat proses penghilangan kotoran. Busa atau buih pada zat pemadam api berfungsi memperluas jangkauan (voluminous) dan mengurangi penguapan air. Pada proses pemekatan bijih logam, sengaja ditimbulkan busa agar zat-zat pengotor dapat terapung di dalam busa tersebut.
Di dalam suatu proses industri kimia, misalnya proses fermentasi, kadang-kadang pembentukan busa tidak diinginkan sehingga dilakukan penambahan zat antibusa (antifoam), seperti silikon, eter, isoamil alkohol, dan lain-lain.

8.   Sistem Koloid Fase Gas-Padat (Busa Padat)
Sistem koloid fase gas-padat terbentuk dari fase terdispersi berupa gas dan medium pendispersi berupa zat padat, yang dikenal dengan istilah busa padat, sedangkan dispersi gas dalam medium cair disebut busa dan tidak perlu disebut busa cair. Di dalam kehidupan sehari-hari, anda dapat menemui busa padat yang dikenal dengan istilah karet busa dan batu apung. Pada kedua contoh busa padat ini terdapat rongga atau pori-pori yang dapat diisi oleh udara.
Secara garis besar, kedelapan jenis sistem koloid tersebut dapat ditunjukkan pada Tabel 1.2 berikut ini.

Tabel 2 Jenis Sistem Koloid dan Contoh-contohnya
No.
Fase Terdispersi
Medium Pendispersi
Nama Koloid
Contoh
1.
Padat
Cair
Sol
Sol emas, agar-agar, jelly, cat, tinta, air sungai
2.
Padat
Gas
Aerosol padat
Asap, debu padat
3.
Padat
Padat
Sol padat
Paduan logam, kaca berwarna
4.
Cair
Gas
Aerosol
Kabut, awan
5
Cair
Cair
Emulsi
Santan, susu, es krim, krim, lotion, mayonaise
6.
Cair
Padat
Emulsi padat
Keju, mentega, mutiara
7.
Gas
Cair
Buih, busa
Busa sabun
8.
Gas
Padat
Busa padat
Karet busa, batu apung


B.   Penggunaan Koloid
I.            Bidang Industri
-          Getah karet
Getah karet merupakan koloid tipe sol yang banyak digunakan sebagai bahan dasar idustri karet. Karet diperoleh dengan cara mengkoagulasikan getah karet dengan asam formiat (HCOOH) atau asam asetat, agar menggumpal dan terpisah dari medium pendispersinya. Gumpalan karet kemudian digiling dan dicuci kemudian diproses lebih lanjut sebaga lembaran yang disebut sheet.
Getah karet yang digunakan pada pembatan balon atau karet busa tidak digumpalkan,tetapi dibiarkan dalam wujud cair yang dikenal dengan lateks. Agar tetap dalam keadaan stabil, getah karet dicampur dengan larutan ammonia (NH3 (aq)). Larutan ammonia bersifat basa akan melindungi karet didalam sol lateks dari zat-zat bersifat asam. Kondisi ni akan melindungi sol dari penggumpalan.
-          Cat
Merupakan koloid tipe sol. Partikel-partikel padat berupa zat warna, oksia logam, bahan penstabil, bahan pengawet, zat pencermelang, zat pereduksi dihaluskan hingga berukuran partikel koloid. Partikel koloid ini selanjutnya didispersikan dalam suatu cairan, agar sol tetap terjaga kestabilannya dan bahan-bahan didispersikan tidak mengendap ditambahkan emulgator atau zat pelindnung yang tergantung pada jenis medium pendispersinya. Apabila medium pendispersi berupa senyawa polar missal air dan alcohol, emulgatornya harus yang dapat larut dalam pelarut polar. Dan sebaliknya jika medium pendispersi berupa senyaw nonpolar, maka emulgator juga dapat larut dalam pelarut nonpolar
Zat pelindung  dalam cat berfungsi  untuk melindungi bahan-bahan pewarna atau bahan padat lain yang menempel pada bahan yag dicat dari pengaruh panas. Oleh karena itu, saat cairan pelarut menguap, sifat-sifat bahan pewarna dan bahan-bahan lain yang didispersikan tidak berubah oleh pengaruh cahaya matahari atau zat-zat kimia lain yang bersentuhan dengan bahan cat tersebut.
II.            Bidang makanan
Contoh dalam bidang makan adalah susu, mentega dsb. Susu merupakan emulsi yang berwarna putih kekuningan dan bersifat asam lemah.
III.            Bidang kosmetik dan farmasi
Bahan-bahan kosmetik hampir 90% dibuat dalam bentuk koloid.  Bahan berbentuk koloid mempunyai beberapa kelebihan seperti:
a.       Mudah dibersihkan
b.      Tidak merusak kulit dan rambut
c.     Mudah menyerap berbagai bahan yang berfungi sebagai pewangi,pelembut, dan pewarna
d.      Mengandung dua jenis bahan yang tidak aling melarutkan.
Beberapa tipe koloid yang digunakan dalam kosmetik sebagai berikut.
a.       Sol padat, contoh: kosmetik lipstick, mascara, dan pensil alis.
b.      Sol, contoh: kosmetik cat kuku, susu pembersih muka dan kulit, cairan mascara.
c.       Emulsi, contoh: kosmetik pembersih muka.
d.      Aerosol: kosmetik parfum semprot, hair spray, penyegar mulut bentuk semprot.
e.      Buih, contoh: sabun cukur
f.    Gel, kosmetik minyak rambut. 
Sistem koloid banyak digunakan pada kehidupan sehari-hari, terutama dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disebabkan sifat karakteristik koloid yang penting, yaitu dapat digunakan untuk mencampur zat-zat yang tidak dapat saling melarutkan secara homogen dan bersifat stabil untuk produksi dalam skala besar.
Ada banyak penggunaan sistem koloid baik di dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam berbagai industri seperti industri kosmetik, makanan, farmasi dan sebagainya. Beberapa macam koloid tersebut antara lain;
1.    Aerosol
Aerosol adalah sistem koloid di mana partikel padat atau cair terdispersi dalam gas. Aerosol yang dapat kita saksikan di alam adalah kabut, awan, dan debu di udara. Dalam industri modern, banyak sediaan insektisida dan kosmetika yang diproduksi dalam bentuk aerosol, dan sering kita sebut sebagai obat semprot, Contohnya antara lain adalah hair spray, deodorant dan obat nyamuk.
2.    Sol
Sol adalah sistem koloid di mana partikel padat terdispersi dalam cairan. Berdasarkan sifat adsorpsi dari partikel padat terhadap cairan pendispersi, kita mengenal dua macam sol;
a. Sol liofil, dimana partikel-partikel padat akan mengadsorpsi molekul cairan, sehingga terbentuk suatu selubung di sekeliling partikel padat itu. Liofil artinya “cinta cairan” (Bahasa Yunani; lio=cairan; philia=cinta). Sol liofil yang setengah padat disebut gel. Contoh gel antara lain selai dan gelatin.
b. Sol liofob, dimana partikel-partikel padat tidak mengadsorpsi molekul cairan. Liofib artinya “takut cairan” (phobia=takut).
Jika medium pendispersinya berupa air, kedua macam koloid di atas masing-masing disebut koloid hidrofil (cinta air) dan koloid liofob (takut air). Contoh koloid hidrofil adalah kanji, protein, lem, sabun, dan gelatin. Adapun contoh koloid hidrofob adalah sol-sol sulfide dan sol-sol logam.
3.    Emulsi
Emulsi adalah suatu system koloid di mana zat terdispersi dan medium pendispersi sama-sama merupakan cairan. Agar terjadi suatu campuran koloid, harus ditambahkan zat pengemulsi (emulgator). Susu merupakan emulsi lemak dalam air, dengan kasein sebagai emulgatornya. Obat-obatan yang tidak larut dalam air banyak yang dibuat dan dipanaskan dalam bentuk emulsi. Contohnya emulsi minyak ikan. Emulsi yang dalam bentuk semipadat disebut krim.

Berikut ini adalah tabel aplikasi koloid:
Jenis industri
Contoh aplikasi
Industri makanan
Keju, mentega, susu, saus salad
Industri kosmetika dan perawatan tubuh
Krim, pasta gigi, sabun
Industri cat
Cat
Industri kebutuhan rumah tangga
Sabun, deterjen
Industri pertanian
Peptisida dan insektisida
Industri farmasi
Minyak ikan, pensilin untuk suntikan



Berikut ini adalah penjelasan mengenai aplikasi koloid:
1.    Pemutihan Gula
Gula tebu yang masih berwarna dapat diputihkan. Dengan melarutkan gula ke dalam air, kemudian larutan dialirkan melalui sistem koloid tanah diatomae atau karbon. Partikel koloid akan mengadsorpsi zat warna tersebut. Partikel-partikel koloid tersebut mengadsorpsi zat warna dari gula tebu sehingga gula dapat berwarna putih.
2.    Penggumpalan Darah
Darah mengandung sejumlah koloid protein yang bermuatan negatif. Jika terjadi luka, maka luka tersebut dapat diobati dengan pensil stiptik atau tawas yang mengandung ion-ion Al3+ dan Fe3+. Ion-ion tersebut membantu agar partikel koloid di protein bersifat netral sehingga proses penggumpalan darah dapat lebih mudah dilakukan.
3.    Penjernihan Air
Air keran (PDAM) yang ada saat ini mengandung partikel-partikel koloid tanah liat,lumpur, dan berbagai partikel lainnya yang bermuatan negatif. Oleh karena itu, untuk menjadikannya layak untuk diminum, harus dilakukan beberapa langkah agar partikel koloid tersebut dapat dipisahkan. Hal itu dilakukan dengan cara menambahkan tawas (Al2SO4)3.Ion Al3+ yang terdapat pada tawas tersebut akan terhidroslisis membentuk partikel koloid Al(OH)3 yang bermuatan positif melalui reaksi:
Al3+ + 3H2O à Al(OH)3 + 3H+
Setelah itu, Al(OH)3 menghilangkan muatan-muatan negatif dari partikel koloid tanah liat/lumpur dan terjadi koagulasi pada lumpur. Lumpur tersebut kemudian mengendap bersama tawas yang juga mengendap karena pengaruh gravitasi.
4.   Pembentukan delta di muara sungai
Air sungai mengandung partikel-partikel koloid pasir dan tanah liat yang bermuatan negatif. Sedangkan air laut mengandung ion-ion Na+, Mg+2, dan Ca+2 yang bermuatan positif. Ketika air sungai bertemu di laut, maka ion-ion positif dari air laut akanmenetralkan muatan pasir dan tanah liat. Sehingga, terjadi koagulasi yang akan membentuk suatu delta.

5.    Pengambilan endapan pengotor
Gas atau udara yang dialirkan ke dalam suatu proses industri seringkali mangandung zat-zat pengotor berupa partikel-partikel koloid. Untukmemisahkan pengotor ini, digunakan alat pengendap elektrostatik yang pelat logamnya yang bermuatan akan digunakan untuk menarik partikel-partikel koloid.




C.    Sifat-sifat Koloid
1. Gerak Brown
Gerak Brown adalah gerak tidak beraturan, gerak acak atau gerak zig-zag partikel koloid. Gerak Brown terjadi karena benturan tidak teratur partikel koloid dan medium pendispersi. Benturan tersebut mengakibatkan partikel koloid bergetar dengan arah yang tidak beraturan dan jarak yang pendek.

Gerak Brown kali pertama diamati pada 1827 oleh Robert Brown (1773-1858), seorang ahli Biologi berkebangsaan Inggris pada saat mengamati serbuk sari. Fenomena ini dijelaskan oleh Albert Einstein (1879-1955) pada 1905. Menurut Einstein, suatu partikel mikroskopis (hanya dapat diamati dengan mikroskop) yang melayang dalam suatu medium pendispersi akan menunjukkan suatu gerak acak atau gerak zig-zag. Gerakan ini disebabkan oleh medium pendispersi yang menabrak partikel terdispersi dari berbagai sisi dalam jumlah yang tidak sama untuk setiap sisi.
Arah gerak partikel koloid bergantung pada jumlah partikel medium pendispersi yang menabrak. Jika jumlah partikel pendispersi yang menabrak dari arah bawah banyak, partikel koloid akan bergerak ke atas. Jika jumlah partikel pendispersi yang menabrak dari kiri bawah banyak, partikel koloid bergerak ke kanan atas. Setiap gerak disertai getaran karena di sisi lain ada tabrakan dari medium pendispersi, tetapi jumlah molekul medium pendispersi ini sedikit. Gerak zig-zag akibat tabrakan dari partikel pendispersi menyebabkan sistem koloid tetap stabil, tetap homogen, dan tidak mengendap.
Apakah gerak Brown juga terjadi pada sistem larutan atau suspensi? Pada larutan, partikel terdispersi memiliki ukuran yang sangat kecil dan hampir sama dengan ukuran molekul pendispersi. Gerakan partikel pendispersi bukan terjadi karena ditabrak oleh partikel pendipersi, melainkan disebabkan oleh gerakan oleh molekul sendiri. Pada suspensi, ukuran partikel terdispersi sangat besar. Adanya partikel pendispersi yang menabrak tidak menyebabkan partikel terdispersi bergerak dan tidak menimbulkan getaran. Pada suspensi, partikel terdispersi banyak dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi sehingga partikel terdispersi lebih banyak bergerak ke bawah dan membentuk endapan.

2. Efek Tyndall
Jika cahaya dilewatkan ke dalam sistem koloid, cahaya yang melewati sistem koloid tersebut terlihat lebih terang. Cahaya yang terlihat lebih terang ini disebabkan oleh terjadinya efek Tyndall. Efek Tyndall adalah efek penghamburan cahaya oleh partikel koloid. Partikel koloid akan memantulkan dan menghamburkan cahaya yang mengenainya sehingga cahaya akan terlihat lebih terang. Jika kemudian cahaya ini ditangkap layar, cahaya pada layar tersebut tampak buram (lihat gambar di samping).

Di dalam kehidupan sehari-hari, efek Tyndall dapat dilihat pada gejala-gejala berikut.
1) Jika sinar matahari masuk melalui celah ke dalam ruangan, pada sinar terlihat debu-debu beterbangan (daerah ini terlihat lebih terang). Pada daerah yang tidak terlewati sinar matahari tidak akan terlihat adanya debu. Begitu juga jika sinar matahari melewati daun pepohonan di daerah yang berkabut, sinar matahari tersebut terlihat lebih jelas.
2) Jika Anda menonton film di gedung bioskop, kemudian ada asap rokok yang mengepul ke atas cahaya proyektor terlihat lebih terang dan gambar pada layar menjadi buram.
3) Sorot lampu mobil pada malam yang berkabut terlihat lebih jelas. Begitu juga pada jalan yang berdebu, sorot lampu terlihat lebih jelas, kecuali sehabis hujan yang cukup deras (sehingga jalanan tidak berdebu dan tidak ada asap). Itulah sebabnya sorot lampu mobil seakan tidak tampak (tidak terlihat), tetapi jalan terlihat jelas

Sunday, 27 April 2014

Koleksi SMS Motivasi terbaru

Koleksi SMS Motivasi Berawal dari kebiasaan membaca dan mencatat ‘kata-kata bagus’ dari buku yang dibaca, dan menyebarkannya ke teman-teman, tidak terasa terkumpul banyak sekali ‘kata-kata bagus’ di inbox HP termasuk dari teman-teman yg membalas mengirimkan sms berisi ‘kata-kata bagus’… Teruslah bergerak hingga KELELAHAN itu LELAH mengikutimu, Teruslah berlari hingga KEBOSANAN itu BOSAN mengejarmu, Teruslah berjalan hingga KELETIHAN itu LETIH bersamamu, Teruslah bertahan hingga KEFUTURAN itu FUTUR menyertaimu, Teruslah berjaga hingga KELESUAN itu LESU menemanimu (Ust. Rahmat Abdullah) -Dy Eliza- Hidup hanyalah kesempatan membuat pilihan. Segalanya digulirkan dan digilirkan. Apapun yang kita pilih, ujungnya adalah tanggung jawab. Memikul tanggung jawab apapun pasti melelahkan. Tidak ada hidup yang tidak melelahkan. Yang membedakan hanya bagaimana memahami setiap konsekuensi pilihan dengan sikap terbaik. -Novi- Para Pahlawan harus berhasil membangun ‘bunker’ dalam jiwa mereka. Tempat kunci-kunci daya hidup mereka tersembunyi dengan aman. Itulah yang membuat mereka selalu tampak santai dalam kesibukan, tersenyum dalam kesedihan, tenang di bawah tekanan, bekerja dalam kesulitan, optimis di depan tantangan dan gembira dalam segala situasi (Anis Matta) -Jupri- Hiduplah hanya pada batasan hari ini. Jika pagi yang kau temui janganlah mengharap bertemu malam. Jika malam yang kau temui janganlah mengharap bertemu pagi. Yang berlalu biar berlalu, yang akan datang janganlah diharapkan -M. Nur Wahid- Ketika orang tertidur kamu terbangun itulah susahnya. Ketika orang merampas kamu membagi itulah peliknya. Ketika orang menikmati kamu menciptakan itulah rumitnya. Ketika orang mengadu kamu bertanggungjawab itulah repotnya. Makanya tidak banyak orang bersamamu di sini mendirikan imperium kebenaran.(Anis Matta) -Uul- Mungkin kita menerka, keberhasilan yang kita terima adalah buah dari do’a dan kerja keras kita. Tapi sadarkah temen-teman., bahwa barangkali kesuksesan itu adalah jawaban dari do’a seseorang yang idak pernah kita sangka sebelumnya. Saling mendo’akan ya kawan.. -Vane- Allah menguji keikhlasan kita dalam kesendirian. Allah memberikan kedewasaan saat masalah berdatangan. Allah melatih ketegaran kita dalam setiap cobaan. Semakin sulit masalah, maka semakin terbuka pintu kemudahan. Sebagaimana semakin gelap malam, cahaya pagi semakin memancarkan sinarnya. Keep On Spirit! -Siska. A- Wilayah kerja adalah lingkaran realitas, sedangkan wilayah peluang adalah ruang keserbamungkinan. Semakin luas pijakan kaki kita dalam lingkaran kenyataan, semakin besar kemampuan kita mngubah kemungkinan menjadi kepastian, mengubah peluang menjadi pekerjaan, mengubah mimpi menjadi kenyataan.(Anis Matta). -Jupri- Sesungguhnya tak ada jalan lain, kecuali kehidupan ini harus dilalui ‘tuk menuju surga. Tampilannya seperti ujian, tapi isinya rahmat dan kenikmatan. Berapa banyak kenikmatan yang sungguh besar baru diperoleh setelah melalui ujian. Semoga segala amanah ini menjadi jalan menuju surga. -Dimas- Muslim sejati itu selalu tampak santai dalam kesibukan, tersenyum dalam kesedihan, tenang di bawah tekanan, tabah dalam kesulitan, optimis di depan tantangan..Bangkit dan Tetap semangat! -M. Nur Rohmat- Sekali lagi…Amanah terembankan pada pundak yang semakin lelah. Bukan sebuah keluhan, ketidakterimaan..keputusasaan! Terlebih surut ke belakang. Ini adalah awal pembuktian..Siapa diantara kita yang beriman. Wahai diri sambutlah seruanNya…Orang-orang besar lahir karena beban perjuangan…Bukan menghindar dari peperangan.(K.H. Rahmat Abdullah). -Maharani Putri- Memang di kehidupan ini tidak ada yang pasti, tetapi kita harus berani memastikan dan memperjuangkan apa-apa yang akan kita raih! Karena sesungguhnya, cita-cita yang tinggi tidak menjamin seseorang dapat meraih kesuksesan. Tapi…orang yang sukses pasti mempunyai cita-cita yang tinggi…Semangat! -Titik. S- Jadilah seperti air yang suci lagi mensucikan, bergerak untuk menghidupkan, mengalir untuk kebaikan, memancar dengan kekuatan, dikelola menjadi energi bagi kehidupan. Selamat berjuang dan terus belajar memaknai kehidupan. Semoga bisa lebih baik, memberi yang terbaik, mendapatkan dan menjadi yang terbaik. -Nur Amelia- Tetap semangat menebarkan benih-benih kebaikan pada orang lain di muka bumi…Karena surga terlalu luas untuk di huni seorang diri -Jupri- “….Seorang hebat akan memunculkan kehebatan yang lebih besar jika ia bertemu dengan orang hebat lainnya. Individu cerdas akan melahirkan kecerdasan yang luar buasa gemilang jika ia bekerja sama dengan individu cerdas lainnya. Tapi ternyata orang hebat yang satu tak mudah dipertemukan dengan orang hebat lainnya. Lalu potensi kehebatan ini seperti daun kering, gugur dari pohon lalu berserakan. Maka peran organisasi adalah mengumpulkan daun-daun yang berserak, menggabungkan kecerdasan terpendam dari individu-individu yang ada di dalamnya…(Anis Matta) -Jupri- Seorang pejuang sejati tidak pernah mengenal kata akhir dalam perjuangannya. Ia tidak memerlukan gemuruh tepuk tangan, tidak akan lemah karena cacian dan tidak akan bangga dengan penghargaan -Intan- Waktu terkadang lambat bagi mereka yang menunggu, terlalu cepat bagi mereka yang takut, terlalu panjang bagi mereka yang gundah dan terlalu pendek bagi meraka yang bahagia….Tetapi bagi yang mengisi waktu sebaik mungkin, waktu merupakan kunci kehidupan yang sebenarnya -M. Nur Rohmat- Iman seorang mukmin akan tampak disaat ia menghadapi ujian, disaat totalitas dalam berdo´a tapi belum melihat pengaruh apapun dari do´anya . Ketika ia tetap tidak mengubah keinginan dan harapannya meski sebab-sebab untuk putus asa semakin kuat. Itu semua dilakukan seseorang karena keyakinannya bahwa hanya Allah saja yang paling tahu apa yang lebih baik untuk dirinya. (Ibnu Jauzi) -Jupri- Ukhuwah itu tak kenal kesudahan,,ia mengiringimu dalam hidupmu sebagai penyejuk kehidupan, menyapamu dalam kesendirianyang melelahkan..Dan menjagamu tetap dalam senyuman.. -M. Sadikin- Merendahlah, engkaukan seperti bintang gemintang, Berkilau dipandang orangdi atas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi. Janganlah seperti asap yang mengangkat diri tinggi di langit padahal dirinya rendah hina. (K.H. Rahmat Abdullah) -Intan- Ketika wajah ini penat memikirkan dunia, maka berwudhulah…Ketika tangan ini lelah menggapai cita-cita, maka bertakbirlah…Ketika pundak tak kuasa memikul amanah, maka bersujudlah…Ikhlaskan semua dan mendekatlah padaNya. Agar tunduk disaat yang lain angkuh..Agar teguh disaat yang lain runtuh..Agar tegar disaat yang lain terlempar.. -Heri Irawan- Apabila empuknya kasur dan hangatnya selimut masih lebih engkau sukaidari pada meletakkan kening di atas sajadah di keheningan malam, niscaya engkaupun akan merasa berat bila suatu saat diminta mengorbankanharta dan jiwamu di jalan Allah. Sebab, apabilaqiyamul lail yang merupakan ibadah yang tidak mengandung resiko saja belum mapu engkau laksanakan, mana mungkin engkau bisa merasa ringan apabila ikhlas melakukan ibadah yang menuntut adanya pengorbanan harta, jiwa dan raga darimu… -Intan- Para pemburu Syurga tidak akan berhenti pada tahap mimpi. Ada asa yang harus diwujudkan. Ada pengorbanan yang harus dikeluarkan. Ada amal dan karya nyata yang harus dipersembahkan… -Septian Eka- Ukhuwah fillah…, Selamanya akan bermakna. Itulah hal uang membuat hidup lebihindah & penuh warna. Membuat kaki tegak di jalan dakwah , membuat hati istiqomah dalam iman, membuat raga perkasa merangkak dalam kerikil ujian dan membuat nafas panjang menyelami lautan ilmu… -A. Munandar- Keletihan itu, akan menjadi beban ketika kita merasakannya sebagai keletihan fisik yang tidak diikuto oleh keyakinan ruhiyah. Maka sesungguhnya kesempitan di jalan ini, pasti menyimpan hikmah luar biasa yang akan tercurah dalam bentuk rahmat Allah SWT…(M. Lili Nur Aulia) -Intan- Mungkin suatu saat perjuanganmua jadi arus. Arus besar yang menumbangkan tirani. Tapi saat itu kamu sudah tidak ada. Waktu kamu melakukannya pertama kali, kamu hanya sendiri. Tapi itulah yang membuatmu abadi. Abadi dalam kenangan manusia. Abadi bersama bidadari di syurga. Kamu melakukan yang tidak dapat dilakukan orang lain. Kamu melakukan jihad. (Anis Matta) -Heri Irawan- Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk menjadi sahabat, TETAPI belajar untuk mengerti seseorang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna…Dan Bukanlah menjadi sosok yang sempurna untuk seseorang, TETAPI bagaimana menemukan seseorang yang membuat dirimu menjadi sempurna.. -Angga Saputra- Kebesaran seseorang tidak terlihat ketika ia berdiri dan memberi perintah, tetapi ketika ia berdiri sama tinggi dengan orang lain dan membantu untuk mengeluarkan yang terbaik dari diri mereka guna mencapai sukses -Intan- Mereka bertanya kepadamu tentang semangat? Jawablah bahwa bara itu masih tersemat dalam dadamu, bahwa api itu masih bersemayam dalam dirimu, bahwa matahari itu masih terbit dari hatimu, bahwa letupan itu siap meledak dalam duniamu. Katakan itu pada mereka, orang-orang yang ragu akan kemampuan dirimu, bahwa raksasa itu adalah diri -Heri Irawan- Banyak jalan menuju kesuksesan, tapi ingat banyak jalan juga menuju kegagalan. Yang pasti variabel tetap dari kesuksesan adalah pengalaman kita gagal. Selamat bekerja! Fight! -A. munandar- Ketika usahamu dinilai tak penting, maka kau sedang belajar keikhlasan. Ketika kau letih dan ingin berhenti, maka kau sedang belajar arti pengorbanan. Ketika semua cobaan datang menyapamu maka kau sedang belajar untuk lebih bersyukur dan mendekat padaNya. Ketika hatimu terluka dalam, maka kau sedang belajar memaafkan.. -Jupri- Ukhuwah adalah telaga bagi batin yang rindu cinta sejati tempat jiwa berlabuh untuk selalu menguatkan, memberi dan berbagi. Di dalamnya ada lantunan syahdu akan ketulusan do’a untuk saudaranya.. Saudara yang bagaikan bintang. Tak selalu kelihatan, bahkan jauh entah dimana. Tapi ia kan selalu ada.. untuk saudaranya.. -Jupri- Suatu ketika kala kita tidak menemukanbintang saat rembulan menyala di gelap malam, jangan berprasangka mereka tidak berkawan. Saat itu mereka sedng berbagi tugas. Saling mengisi dan berbagi, begitu pula ukhuwah. Saudara seaqidah kita seperti bintang. Tidak selalu kelihatan, tapi selalu ada.. -Jupri- Hidup adalah tempat kita belajar, ada banyan cerita kehidupan yang tak bisa kita pahami. Tapi dengan kesabaran dan keyakinan bahwa itu adalah ujian dari Allah yang akan berbuah pahala di akhirat, maka kita akan optimis menjalaninya karena kita yakin Allah lah kekuatan terbesar kita.. -Dwi Siswati- Ketika Allah menjawab do’amu, Ia menambah imanmu.. Ketika Allah belum menjawab do’amu, Ia menambah kesabaranmu.. Ketika Allah menjawab do’amu, tapi tak seperti keinginanmu, Ia memilih yang terbaik untukmu.. -Dwi Siswati- Saudariku, tahukah engkau bahwa kecantikanmu ada pada 3 hal, yaitu : 1. Ad Dien, cara beragamamu 2. Al Aqlu, cara berfikirmu 3. Al Adab, cara pergaulanmu Maka percantik dirimu dengan memperbaiki tiga hal itu. Jika kau bisa, bidadari akan cemburu padamu karena kau akan jadi bidadari dunia akhirat.. -Syifa- Hanya mereka yang memiliki keberanian besar yang pantas menjadi pemenang. Sangat mustahil pebakut dan pesimis yang mereka baru melihat rintangan saja sebagai kesulitan bisa mampu menjadi pemenang. Pemenang sejati adalah pemenang yang menganggap rintangan dan hambatan dalam mencapai kesuksesan adalah tantangan. -Husain- Adakalanya kita menangis dalam menyusun ‘batu bata’ ini, karena hamper putus asa dalam kebingungan, Adakalanya kita bosan melakukannya, karena khawatir tidak ada guna meneruskannya, Adakalanya amarah ini meningga, karena kesal dengan keadaan yang begitu sulit, Namun cukuplah senyuman di hati ini senantiasa hadir agar keberkahan dakwah ini tetap terus terjaga, Karena tidak ada kemuliaan tanpa perjuangan. Keep hamasah sahabatku.. -Jupri- Dakwah ini hanya mengenal 1 sikap totalitas. Siapa yang bersedia untuk itu, maka harus hidup bersama dakwah dan dakwah pun melebur dalam dirinya. Sebaliknya, barang siapa yang lemah memikul beban ini, ia terhalang dari pahala besar mujahid dan tertinggal bersama orang-orang yang duduk. Lalu Allah akan mengganti mereka dengan generasi lain yang lebih baik dan sanggup memikul beban dakwah ini. -Yadi- Duhai bahagianya hamba Allah. Banyan istighfarnya, terjaga dzikirnya, lama sujudnya, tidak lelah dalam do’anya, tidak terlambat takbiratul ihramnya, terpelihara lisan dan matanya dari yang haram, jauh hatinya dari hasad, tidak larut angan-angannya dengan dunia. Hasilnya… khusyuklah ibadahnya, tenganglah hatinya, tinggi cita-citanya dan surge pun menantinya. Semoga engkau salah satunya.. -Maharani Putri- Kholid bin Mi’dan : Jika pintu kebaikan dibukakan untukmu maka bergegaslah menuju ke sana. Karena kamu tidak tahu kapan pintu itu ditutup.. -Husain- 3 perkara yang menghancurkan: Kekikiran yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, dan ujub dengan pendapat sendiri (HR. Bazzar dan Ath Thabrani) -Sriyati- Bila dakwah diibaratkan pohon, akan selalu ada daun-daun yang jatuh berguguran. Namun, pohon dakwah tidak akan pernah kehabisan untuk menunmbuhkan daun-daun barunya, dan daun-daun yang telah jatuh berguguran hanya akan menjadi sampah sejarah. -Yadi- A true friend is someone who knows there’s something wrong even when you have the biggest smile on your face.. -Sriyati- Sebaik-baiknya hari adalah hari yang memberikan tambhan kesabaran, yang memberikan ilmu, yang mencegah agar tidak tenggelam dalam dosa, yang membukakan pemahaman dan yang memberikan tekad yang kuat dalam beribadah. -Fadli- Seorang pahlawan boleh salah, boleh gagal, boleh tertimpa musibah. Akan tetapi dia tidak boleh kalah. Dia tidak boleh menyerah kepada kelemahannya, dia tidak boleh menyerah kepada tantangannya, dia tidak boleh menyerah kepada keterbatasannya. Dia harus tetap melawan, menembus gelap, supaya dia bisa menjemput fajar. Sebab, kepahlawanan adalah piala yang direbut, bukan kado yang dihadiahkan (Anis Matta) -Jupri- Kesulitan hanya tunduk pada orang yang berjuang, kesukaran hanya takluk pada orang yang sabar, kekuatan mengiringi orang yang tawakal. Laa takhof wa laa tahzan, Innallaha ma’ana. Semangat jalani hari! -Intan- Jangan biarkan hidup ini KOSONG, hampa, tiada guna. Karena… kewajiban kita lebih banyak dari waktu-waktu yang tersedia (Hasan Al-Banna) -Jupri- Ingatlah, bahwa penyesalan terbesar dalam hidup kita bukan hanya yang salah kita lakukan, tetapi juga amalan baik yang tidak kita lakukan. -Jupri- Seorang hebat selalu menemukan celah di balik kebuntuan, dan memiliki secercah cahaya harapan di balik gelapnya keputusasaan.. Ia mampu menata emosi kejiwaan di kala masalah berdatangan, sehingga muncullah dalam hatinya sebuah KETENANGAN.. Inilah yang akan membuatnya tegar di tengah cobaan, tenang dalam berbagi himpitan dan gembira dalam segala situasi.. Sesulit apapun ujian yang menimpa, yakinlah bahwa ujian itu merupakan fase awal perbaikan tingkatan kita di hadapanNya.. -Jupri- Kebanggaan sejati adalah sikap senantiasa berbuat yang terbaik, meskipun tidak ada yang melihat dan mengawasi. Kualitas karya kita akan menjelaskan “siapa kita”. Berbuatlah yang terbaik! -A. Hakim- Perbedaan orang biasa dan orang hebat adalah orang biasa menganggap amanahnya sebagai rutinitas saja.. berjalan tanpa arah dan output yang jelas, dan hasil yang biasa-biasa saja.. tapi orang hebat adalah orang yang selalu punya VISI dalam setiap pekerjaannya, menCINTAinya, sehingga dia BERSEMANGAT dan selalu MEMBERI yang TERBAIK dan berTAWAKAL hanya pada Allah.. -Siska A- “Jikalau engkau lelah mengerjakan kebaikan, maka ingatlah rasa lelah itu akan segera menghilang, sedang kebajikan akan kekal dalam keabadian.” (Ali bin Abi Thalib). -Ningsih- Biarkan persaudaraan kita mengalir seperti air yang menyejukkan, atau udara yang melegakan, atau bumi yang mengokohkan, atau api yang menggelorakan. Biarkan ia tumbuh seperti benih yang tersemai dan bunga-bunga yang bermekaran. Bukan sekedar bahagia, tapi bersama meraih surga. Tetap semangat saudaraku.. -Intan- Rabb…Ajari aku tersenyum meski berat pundak memikul beban. Ajari akau berlapang dada meski banyak hal yang menyesakkan jiwa. Ajari aku rendah hati karena engkaulah Yang Maha Tinggi. Bantu aku bersabar ya Rabb..Sungguh pahitnya perjuangan ini tak sebanding dengan manisnya surgaMu.. -Intan- Apa yang dipahami orang lain tentang kita sebenarnya dibentuk oleh sikap, perilaku dan cara kita mengekspresikan diri. Apa yang mereka lihat, apa yang mereka dengar tentang kita itulah yang menjadi faktor pembentuk citra kita dibenak mereka. (Anis Matta) -Maharani Putri

BAB DINAMIKA KELOMPOK SOSIAL Terbaru

BAB DINAMIKA KELOMPOK SOSIAL I. PENGERTIAN DINAMIKA KELOMPOK SOSIAL - Menurut Floyd D, dinamika kelompok merupakan analisis hubungan kelompok-kelompok social dimana tingkah laku dalam kelompok adalah hasil interaksi yang dinamis antara individu-individu dalam situasi social tertentu. - Ruth Benedict, persoalan yang dikaji dalam dinamika kelompok social adalah: • Kohesi atau persatuan, akan terlihat tingkah laku para anggota dalam suatu kelompok (proses pengelompokan, intensitas anggota, arah pilihan,dan nilai-nilai dalam kelompok) • Motif atau dorongan, berkisar pada perhatian anggota terhadap kehidupan kelompok (kesatuan kelompok, tujuan bersama, dan orientasi diri terhadap kelompok) • Struktur, terlihat pada bentuk pengelompokan, bentuk hubungan, perbedaan kedudukan antaranggota, dan pemabgian tugas • Pimpinan, pimpinan sangat penting pada kehidupan kelompok social (bentuk kepemimpinan, tugas pimpinan, dan system kepemimpinan • Perkembangan kelompok, dapat dilihat dari perubahan dalam kelompok, perpevahan kelompok, keinginan anggota untuk tetap berada dalam kelompok, Beberapa alasan penting mempelajari dinamika kelompok sosial : • Kelompok sosial merupakan kesatuan-kesatuan soaial yang selalu ada dalam setiap masyarakat. • Dinamika kelompok sosial berkaitan dengan perubahan sosial dan kebudayaan yang relevan II. Faktor pendorong dinamika kelompok social 1. Faktor pendorong dari luar kelompok Perubahan situasi social Seperti pemekaran sebuah wilayah, masuknya industrialisasi ke pedesaan, dan adanya penemuanp-penemuan baru Perubahan situasi ekonomi Masyarakat perkotaan memiliki tingkat perkembangan ekonomi yang lebih tinggi dibanding masyarakat pedesaan Perubahan situasi Politik Pergantian elite politik menyebabkan perkembangan kelompok-kelompok social masyarakat, 2. Faktor pendorong dari dalam Adanya konflik antaranggota kelompok Menyebabkan keretakan dan berubahnya pola hubungan sosial Adanya perbedaan kepentingan Kelangsungan kelompok akan terancam, karena anggota yang tidak sepaham akan berusaha memisahkan diri Adanya perbedaan paham Perbedaan paham akan mempengaruhi kelompok social secara keseluruhan III. PROSES PERKEMBANGAN BERBAGAI KELOMPOK SOSIAL 1. KELOMPOK KEKERABATAN Merupakan kelompok social terkecil dalam masyarakat. Menurut William Goode, macam keluarga: Keluarga inti/keluarga batih/nuclear family: terdiri dari ayah, ibu dan anak yang belum menikah Keluarga luas/extended family: keluarga inti yang berkembang menjadi hubungan darah yang meluas menjadi kekerabatan Menurut Clayton, mecam keluarga: Keluarga konsanguinal : menekankan pada pentingnya ikatan-ikatan darah, seperti hubungan antara seseorang dengan orang tuanya dianggap lebih penting daripada ikatan antara suami atau isterinya Keluarga konjugal : keluarga yang lebih mementingkan hubungan perkawinan (suami dan isteri) daripada ikatan dengan orang tuanya Tipe keluarga yang lain: Kelurga orientasi ( family of orientation): jika individu dilahirkan olah pasangan suami istri kelurga ybs / keluarga dimana individu dilahirkan dan mengalami proses sosialisasi yang terpenting (individu sebagai anak) Keluarga prokreasi (family of proceation): apabila seseorang yang mula-mula dari keluarga orientasi, kemudian terjadi perkawinan beralih menjadi kelurga prokreasi 2. Kelompok okupasional Kelompok-kelompok profesi yang terdiri dari kalangan profesional yang memiliki etika profesi 3. Kelompok Volunteer Terdiri dari orang-orang yang mempunyai kepentingan yang sama tetapi tidak mendapat perhatian dari masyarakat yang semakin luas daya jangkauannya. Kelompok volunter memenuhi kebutuhan anggotanya secara mandiri tanpa mengganggu kepentingan masyarakat umum. Contoh : Kelompok volunter di Indonesia adalah KIPP (Komite Independen Pemantau Pemilu) 4. Masyarakat pedesaan (Rural Community) Masyarakat pedesaan merupakan masyarakat yang umumnya memiliki mata pencaharian bertani atau berkebun. Sestem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar kekeluargaan dan mempunyai hubungan yang erat serta mendalam di antara anggotanya. Pedrubahan pada masyarakat pedesaan sulit dilakukan karena pola pikir masyarakatnya terutama pola generasi tua yang mendasarkan pada tradisi. Ditambah lagi kurangnya proses pemerataan pembanguna dan informasi menimbulkan kondisi yang kontras antara masyarakat pedesaan dengan masyarakat perkotaan 5. Masyarakat perkotaan Masyarakat kota merupakan kelompok social yang mendiami wilayah yang luas, bermatapencaharian sector industry, jasa dan perdagangan. Keanggotaan tidak saling mengenal, lebih terikat kontrak dan mulai meninggalkan tradisi. Karena mempunyai tatanan nilai yang heterogen, terdiri dari berbagai suku, agama dan adat istiadat, menjalankankan fungsi administrative dan pusat komersial dan bahkan pusat konsentrasi kegiatan yang menjadi indicator modernisasi menyebabkan kota menjadi daya tarik bagi warga desa untuk melakukan urbanisasi. Faktor pendorong Urbanisasi Sempitnya lapangan pekerjaan di desa Adanya generasi muda yang ingin memperbaiki kehidupan dan membebaskan diri dari adat-istiadat Kesempatan menambah ilmu di desa sangat terbatas Faktor penarik Urbanisasi Kota adalah pusat kegiatan perekonomian, pemerintahan, administratif dan industri Kota menghimpun modal yang lebih besar Kota memberikan peluang yang tidak terbatas Industrialisasi di kota menambah peluang lapangan kerja yang lebih banyak Faktor penyebab masyarakat kota bersifat dinamis : Faktor pendidikan Stratifikasi social didasarkan pada keahlian yang diperoleh melalui pendidikan Urbanisasi Kalompok social berubah karena dengan adanya urbanisasi menyebabkan penduduk kota banyak, pengangguran banyak, tingkat kriminalitas tinggi, tidak mudah percaya terhadap orang lain, dan sikap individualistis Komunikasi Informasi dan komunikasi semakin cepat melalui berbagai media memberikan informasi yang dapat mendorong perkembangan dan perubahan masyarakat kota Industrialisasi dan mekanisasi Menyebabkan masyarakat kota tergantung kepada mesin-mesin yang telah meringankan pekerjaan. Adanya spesialisais pekerjaan menyebabkan masyarakat kota ahli dalam bidang tertentu dan kurang mampu pada pekerjaan yang lain Perkembangan masyrakat kota ditijau dari berbagai aspek: • Aspek ekonomi Perkembangan ekonomi dapat dilihat dari pembangunan pasar swalayan, alat pembayaran tidak hanya uang (dengan kartu kredit) • Aspek social Kelompok kekerabatan mulai memudar diganti kelompok berdasarkan kepentingan yang sama, lebih terikat kontrak dan mulai meninggalkan tradisi. • Aspek politik Masyarakat mulai tanggap dan kritis terhadap kehidupan politik, sehingga lebih dinamis. • Aspek budaya Keterbukaan terhadap dunia luar menyebabkan masyarakat kota merasa lebih modern bila mengadaptasi budaya asing dan mulai meninggalkan budaya tradisional Dampak perkembangan masyarakat kota: 1. Dampak positif • Tingkat pendidikan lebih merata • Kominikasi dan informasi lebih cepat dan mudah • Profesionalitas lebih terjaga • Pembangunan dalam berbagai bidang lebih terjamin 2. Dampak negative • Munculnya sikap individualistis • Memudarnya nilai kebersamaan • Munculnya sikap kurang mempercayai pihak lain • Memudarnya perhatian terhadap budaya local dan budaya nasional terutama para generasi mudanya FAKTOR PENDORONG DINAMIKA KELOMPOK SOSIAL • Memiliki tujuan yang realistis, sederhana, dan menguntungkan bagi setiap anggota kelompok. • Memilki kepentingan yang berperan dalam menentukan kekuatan ikatan antaranggota. • Interaksi dalam kelompok merupakan alat perekat yang baik dalam membina kesatuan dan persatuan anggota. 1. Faktor pendorong dari luar kelompok • Perubahan situasi sosial • Perubahan situasi ekonomi • Perubahan situasi politik 2. Faktor pendorong dari dalam kelompok • Pergantian anggota kelompok • Konflikantar anggota kelompok • Perbedaan kepentingan

CaraMembuat Garam Secara Alami Paling Baru

CARA MEMBUAT GARAM SECARA ALAMI Proses pembuatan garam dibagi dalam empat tahap yaitu: 1. Penyiapan lokasi penggaraman 2. Alat dan bahan 3. Lokasi penggaraman 4. Proses pembuatan garam IV. 1. Penyiapan lokasi penggaraman Proses pembuatan garam yang sederhana adalah menguapkan air laut sehingga mineral-mineral yang ada di dalamnya mengendap. Hanya saja mineral-mineral yang kurang diinginkan sedapat mungkin hanya sedikit yang dikandung oleh garam yang diproduksi. Lahan pembuatan garam dibuat berpetak-petak secara bertingkat, sehingga dengan gaya gravitasi air dapat mengalir ke hilir kapan saja dikehendaki. Dalam tulisan ini diberikan dua model peningkatan mutu garam, yaitu mengendapkan Ca dan Mg dengan menggunakan Natrium Karbonat atau Natrium Oksalat yang dikombinasikan dengan cara pengendapan bertingkat. Dalam proses pengendapan, penggelingan atau penggeledekkan lahan sangat mutlak dierlukan untuk mengurangi kebocoran baik akibat gangguna binatang ataupun retakan permukaan kolam. Kalsium dan magnesium sebagai unsur yang cukup banyak dikandung dalam air laut selain NaCl perlu diendapkan agar kadar NaCl yang diperoleh meningkat. Kalsium dan magnesium dapat terendapkan dalam bentuk garam sulfat, karbonat dan oksalat. Dalam proses pengendapan atau kristalisasi garam karbonat dan oksalat mengendap dahulu, menyusul garam sulfat, terakhir bentuk garam kloridanya. Prinsip dasar dari proses pembuatan garam yang dilakukan adalah menghasilkan garam yang kualitasnya lebih baik. Untuk itu, diperlukan studi lapangan yang menunjang kualitas garam antara lain kondisi lahan yang digunakan, kemiringan, uji laboratorium, termasuk kondisi iklim dan sebagainya, sehingga dihasilkan garam sesuai kualitas yang diharapkan. PROSES PEMBENTUKAN KRISTALISASI GARAM Data yang diperlukan yaitu : • Evaporasi / penguapan (tinggi) • Kecepatan dan arah angin (>5 m/detik) • Suhu udara (>32°C) • Penyinaran matahari (100%) • Kelembaban udara (<50% H) • Curah hujan (rendah) dan hari hujan (kurang) • Pasang surut IV. 2. Alat Dan Bahan IV. 2.1. Alat Alat-alat yang diperlukan antara lain : • Meteran • Pompa atau kincir • Pipa paralon, stop kran dan selang karet • Cangkul, linggis, skop, penggaruk . gledek dsb. IV. 2.2. Bahan Bahan yang diperlukan antara lain : • Air laut yang bebas dari polusi (dipompa) • Natrium karbonat (teknis) • Natrium Oksalat (teknis) IV. 3. Lokasi Penggaraman Tanah untuk penggaraman yang dipilih harus memenuhi kriteria yang berkaitan dengan ketinggian dari permukaan laut, topografi tanah, sifat fisis tanah, kehidupan (hewan/tumbuhan) dan gangguan bencana alam. a. Letak terhadap permukaan air laut : • Untuk mempermudah suplai air laut • Untuk mempermudah pembuangan b. Topografi : • Dikehendaki tanah yang landai atau kemiringan kecil. • Untuk mengatur tata aliran air dan meminimilisasi biaya konstruksi c. Sifat fisis tanah : Dikehendaki sifat-sifat : • Permeabilitas rendah • Tanah tidak mudah retak Pasir : Permeabilitas tinggi Tanah liat : Permeabilitas rendah Struktur tanah yang baik untuk pembuatan garam adalah tanah yang tidak mudah retak dengan tingkat resapan rendah sehingga air laut tidak mudah hilang dari kolam produksi.. PROSES PEMBENTUKAN KRISTALISASI GARAM Pengujian laborat tanah, yang diperlukan : • Grain size (ukuran) • Kelakuan pada pengerasan (proctor test) Bila diperlukan daya dukung untuk lokasi gudang dan pondasi pompa d. Gangguan kehidupan : • Tanaman pengganggu • Binatang tanah e. Gangguan bencana alam : Daerah banjir / gempa / gelombang pasang IV. 4. Proses Pembuatan Garam a. Kolam atau bak buatan Ada bermacam-macam cara pembuatan garam yang telah dikenal manusia, tetapi dalam tulisan ini hanya akan diuraikan secara singkat cara pembuatan garam yang proses penguapannya menggunakan tenaga matahari (solar evaporation), mengingat cara ini dinilai masih tepat untuk diterapkan perkembangan teknologi dan ekonomi di Indonesia pada waktu sekarang. Pada dasarnya pembuatan garam dari air laut terdiri dari langkah-langkah proses pemekatan (dengan menguapkan airnya) dan pemisahan garamnya (dengan kristalisasi). Bila seluruh zat yang terkandung diendapkan/dikristalkan akan terdiri dari campuran bermacam-macam zat yang terkandung, tidak hanya Natrium Klorida yang terbentuk tetapi juga beberapa zat yang tidak diinginkan ikut b.kolam atau bak alami terbawa (impurities). Proses kristalisasi yang demikian disebut “kristalisasi total”. Bila terjadi kristalisasi komponen garam tersebut diatur pada tempat-tempat yang berlainan secara berturut-turut maka dapatlah diusahakan terpisahnya komponen garam yang relatif lebih murni. Proses kristalisasi demikian disebut kristalisasi bertingkat. Untuk mendapatkan hasil garam Natrium Klorida yang kemurniannya tinggi harus ditempuh cara kristalisasi bertingkat, yang menurut kelakuan air laut, tempat kristalisasi garam (disebut meja garam) harus mengkristalkan air pekat dari 25°Be sehingga menjadi 29°Be, sehingga pengotoran oleh gips dan garam-garam magnesium dalam garam yang dihasilkan dapat dihindari/dikurangi.

Sejarah Garam Indonesia

2.1 Pengertian garam Secara fisik, garam adalah benda padatan berwarna putih berbentuk kristal yang merupakan kumpulan senyawa dengan bagian terbesar natrium klorida (>80%) serta senyawa lainnya seperti magnesium klorida, magnesium sulfat, kalsium klorida, dan lain-lain. Garam mempunyai sifat / karakteristik higroskopis yang berarti mudah menyerap air, bulk density (tingkat kepadatan) sebesar 0,8 - 0,9 dan titik lebur pada tingkat suhu 8010C. Garam natrium klorida untuk keperluan masak dan biasanya diperkaya dengan unsur iodin (dengan menambahkan 5 g NaI per kg NaCl) yang merupakan padatan kristal berwarna putih, berasa asin, tidak higroskopis dan apabila mengandung MgCl2 menjadi berasa agak pahit dan higroskopis. Digunakan terutama sebagai bumbu penting untuk makanan, sebagai bumbu penting untuk makanan, bahan baku pembuatan logam Na dan NaOH ( bahan untuk pembuatan keramik, kaca, dan pupuk ), sebagai zat pengawet Sejarah Garam di Indonesia Berawal dari pertanian di ladang-ladang garam secara tradi¬sional, Industri Garam Indonesia terus berkembang, hingga saat ini menjadi salah satu bidang industri yang memberi penghidupan bagi banyak masyarakat di seluruh Indonesia. Hal ini disebabkan oleh tingkat kebutuhan dan rangkaian kegiatan yang menyertai keberadaan garam. Dari material awal, yaitu garam kasar (krosok), industri garam di Indonesia memproduksi berbagai jenis garam untuk memenuhi berbagai keperluan akan garam. Baik untuk kebutuhan rumah tangga, maupun kebutuhan industri, peternakan, dan pertanian. Namun demikian, industri garam di Indonesia bukan berarti berjalan mulus tanpa hambatan dan kendala. Kualitas garam yang belum maksimal, ketidakstabilan harga garam, proses produksi yang masih bersifat tradisional, dan persaingan dengan komoditi garam dari luar negeri merupakan sedikit dari sekian banyak masalah garam di Indonesia. Hal inilah yang harus terus dibenahi dan disempurnakan hingga Industri Garam Indonesia mampu menjadi pilihan utama bagi seluruh lapisan masyarakat. Garam yang didalamnya terkandung senyawa Kalium Lodat (garam beryodium) merupakan salah satu nutrisi penting yang harus dikonsumsi secara teratur oleh manusia. Jumlah garam yang harus dikonsumsi per hari untuk setiap orang kurang lebih adalah 9 gram. Untuk masyarakat di negara berkembang seperti Indonesia, selain untuk memenuhi nutrisi tubuh, konsumsi garam ditujukan juga untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan yodium. Garam beryodium adalah garam konsumsi yang mengandung komponen utama Natrium Chlorida (NaCl) minimal 94,7%, air maksimal 5% dan Kalium Iodat (KIO3) sebanyak 30-80 ppm (mg/kg) serta senyawa-senyawa lain. Penyebar¬an garam beryodium pada masyarakat saat ini merupakan upaya pemerintah yang paling efektif dalam rangka penanggulangan masalah GAKY (Gangguan Akibat Kekurangan Yodium). Garam merupakan salah satu bumbu masak yang hampir setiap makanan atau masakan membutuhkannya, sehingga dapat dikonsumsi langsung oleh masyarakat. Garam juga mudah untuk diperdagangkan oleh setiap pedagang atau pengecer dengan harga yang sangat terjangkau oleh masyarakat luas, baik oleh pedagang besar atau pedagang kecil. Sebagai tindak lanjut Keputusan Presiden RI No. 69 Tahun 1994 tanggal 13 Oktober 1994 tentang Pengadaan garam beryodium, maka telah diterbitkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 77/M/SK/5/1995 tanggal 4 Mei 1995 tentang Persyaratan teknis pengolahan, pengawasan dan pelabelan garam beryodium, maka perlu dilakukan penjabaran lebih lanjut mencakup prinsip dasar proses produksi dan pengendalian mutu pengolahan garam serta tata cara perizinan. Sehingga dipandang perlu adanya petunjuk teknis sebagai pedoman dalam rangka pengadaan garam beryodium yang memenuhi syarat, yaitu antara lain : Pertama, proses produksi untuk memberikan gambaran tentang pembuatan garam beryodium dengan menitikberatkan pada pencucian, pengeringan/penirisan, yodisasi dan pengemasan. Kedua, sistem pengendalian mutu untuk memproduksi garam beryodium sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Ketiga, perizinan untuk menginformasikan kepada perusahaan garam beryodium maupun calon investor tentang cara memperoleh perizinan usaha industri. Industri garam nasional yang sebenarnya berasal dari garam rakyat tradisional (mutu rendah) yang kemudian diproses lebih lanjut menjadi garam briket (untuk bahan pengawet dan keperluan industri), garam halus (garam meja) dan sangat halus (bahan baku hujan buatan) serta makin bersih dan baik kualitasnya (tinggi NaCl-nya dan rendah kadar airnya) tersebut; dihasilkan terutama di sentra-sentra garam yang terletak di bagian Barat : Cirebon, Tengah : Pati, Rembang, Gresik dan Pulau Madura, dan Timur : NTB (Bima), NTT dan Sulawesi Selatan (Jeneponto), yang pada saat ini hanya menghasilkan produksi rata-rata 1 juta ton / tahun. Produksi garam rakyat ini hanya dapat diharapkan selama musim kering saja, yang berjalan secara efektif selama kurang-lebih 3-4 bulan saja selain 1,5 bulan sebelumnya untuk masa persiapan produksi; untuk keperluan sisa waktu dalam satu tahun, diperlukan adanya stok garam yang cukup banyak. Upaya untuk meningkatkan mutu dan jumlah garam rakyat yang diproduksi juga mengalami banyak kendala, antara lain : (1) makin buruknya mutu air laut sebagai bahan baku pembuatan garam, (2) makin sempit dan kecilnya petak-petak ladang garam karena kepemilikan per orang/penguasaan lahan yang terbatas, (3) bersaing dengan penggunaan lahan yang lebih produktif, (4) lamanya musim hujan dan tingginya curah hujan pada waktu tertentu, (5) makin tingginya biaya produksi di saat harga garam rakyat jatuh, dan lain-lain. Ironi Garam di Negeri Bahari Apa Masalahnya? Pada awal tahun 2012 yang lalu, di negeri kita - negeri bahari - sempat terjadi kegaduhan masalah garam. Terjadi 'krisis' garam, karena produksi garam nasional tidak dapat memenuhi kuota kebutuhan nasional. Pemerintah terpaksa mengimpor garam sebesar 3 juta ton dari Australia, India dan China, meskipun selama ini secara rutin kita telah mengimpor garam sebesar 2,2 juta ton pertahun. Ini merupakan ironi bagi sebuah negeri bahari dengan garis pantai terpanjang nomor dua di dunia setelah Kanada, padahal sebagian penduduknya memiliki kultur budidaya garam yang kuat. Garam yang umum kita kenal sebagai bahan pemberi rasa (flavor) pada makanan adalah senyawa kimia berupa Natrium Klorida (NaCl). Di Indonesia garam sebagian besar diperoleh dari air laut yang diuapkan, namun demikian persoalan garam merupakan persoalan nasional yang sampai kini tidak kunjung selesai permasalahannya. Disatu sisi kualitas garam nasional kurang memenuhi syarat sebagai garam industri karena kandungan NaCl-nya kurang 94,7%, disisi lain masih rendahnya kualitas kebersihan garam untuk dikonsumsi sebagai makanan. Hal itulah yang merupakan faktor mengapa garam nasional kurang menarik jika dibandingkan dengan garam impor, utamanya garam yang berasal dari Australia yang mempunyai kualitas jauh lebih baik. Di Indonesia kebutuhan garam secara nasional per tahun diperkirakan sebanyak 3.200.000 ton dengan rincian 1.400.000 ton untuk kebutuhan konsumsi dan 1.800.000 ton untuk kebutuhan industri kimia dan industri pangan. Sedangkan kemampuan produksi nasional hanya mencapai ± 1.000.000 ton pertahunnya dengan rincian produksi garam rakyat sebanyak 700.000 ton dan PT. Garam sebanyak 300.000 ton. Lahan garam rakyat seluruhnya tersebar dan terkonsentrasi di 6 propinsi yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, sedangkan lahan PT. Garam berada didaerah Madura Jawa Timur. Sebenarnya apa yang menjadi masalah sehingga industri garam dan usaha garam rakyat berada dalam gelombang ketidakmampuan produksi ? Berdasarkan kajian IPB (2006), sekalipun merupakan negara bahari yang memiliki garis pantai sepanjang 81.000 kilometer, Indonesia akan sulit swasembada garam. Alasannya, tidak ada hamparan lahan luas di kawasan pesisir pantai untuk dijadikan ladang garam berskala besar. Penyebab lain, musim kemarau pada sebagian wilayah Indonesia sangat pendek, yakni empat sampai enam bulan. Saat ini, Indonesia hanya memiliki ladang garam seluas 25.383 hektar dengan total produksi satu juta ton. Sementara kebutuhan nasional mulai tahun 2010 mencapai 3,2 juta ton, dengan total pertumbuhan kebutuhan 8,4 persen. Itu berarti, untuk dapat berswasembada garam, Indonesia membutuhkan lahan minimal 75.000 hektar karena kemampuan produksi hanya 40 ton sampai dengan 60 ton per hektar per tahun. Alasan lain, minat investor untuk menanamkan modal dalam usaha produksi garam sangat rendah. Bahkan, saat ini hanya ada satu perusahaan di bidang ini, yakni PT Garam dengan areal seluas 5.116 hektar. Selebihnya dikelola petani secara tradisional pada lahan 25.542 hektar. Harga yang diberlakukan pun sangat rendah, yakni Rp 300-Rp 550 per kilogram. Akibatnya, setiap tahun hampir tak ada penambahan lahan garam baru. Malahan, yang terjadi adalah penyusutan lahan karena dialihfungsikan untuk usaha lain. Berdasarkan data Departemen Kelautan dan Perikanan, 2007, hingga saat ini hanya ada satu perusahaan yang mau berinvestasi di usaha pergaraman. Diketahui bahwa salah satu penyebabnya adalah karena bidang usaha ini tidak dapat dilakukan dalam skala besar, sebab belum ditemukan hamparan kawasan pesisir seluas minimal 10.000 hektar. Investasi bidang usaha ini juga membutuhkan investasi yang tinggi dengan risiko yang cukup besar. Akibatnya, pedagang cenderung memilih menjadi importir garam, sebab tak membutuhkan biaya investasi mahal. Apalagi, tak pernah diberlakukan bea masuk (BM) impor garam sehingga harga gula impor jauh lebih murah dibanding garam lokal. Sehingga saat ini pemerintah sedang mencari lahan kawasan pesisir di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Selatan. Di dua provinsi ini masih terdapat lahan yang cukup luas dengan musim kemarau yang panjang. Peluang akan ditawarkan kepada sejumlah investor untuk membuka usaha garam dengan melibatkan rakyat setempat. Jika diminati dan mulai ada investasi, maka pemerintah akan memberikan sejumlah stimulus. Pemberdayaan Industri Garam Pada saat ini, Australia, Mexico atau China dianggap sebagai negara produsen garam yang besar di dunia. Ladang garam Australia yang dikelola secara besar-besaran dapat menghasilkan sekitar 70 cm endapan garam dan hanya 50 cm bagian atas yang diambil, sehingga mutunya baik. Produksi ladang garam di Australia untuk lahan pantai seluas 10.000 Ha, mendapat sinar matahari yang lebih panjang/panas, dapat menghasilkan 1 juta ton / tahun. Namun sistem industri garam di China (dengan 4 musim dan dikelola dalam skala yang lebih kecil) mungkin lebih sesuai dengan kondisi Indonesia. Penggunaan peralatan yang lebih modern akan sa¬ngat membantu proses produksi garam, utamanya pada saat menghadapi panen raya dimana produksinya lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan tenaga kerja. Dengan penggunaan peralatan yang lebih mudah tersebut akan mampu menigkatkan produktifitas areal pegaraman. Pandangan masyarakat yang ada saat ini menunjukkan bahwa produksi garam dianggap sebagai industri yang kurang menguntungkan karena tidak memerlukan tingkat keahlian apapun. Pandangan ini tumbuh dari kenyataan yang ada terutama apabila dihubungkan dengan pengolahan air laut menjadi garam oleh petani garam tradisional konvensional yang kurang memanfaatkan kaidah-kaidah ilmiah. Kebiasaan yang didasarkan pada keadaan alamiah dan terasa santai akan menghasilkan produk yang tidak bermutu dan tidak seimbang dengan perolehan hasil yang didapat. Hal ini merupakan tantangan bagi kita semua bagaimana meng-ubah kebiasaan masyarakat tani kita dari pengendalian yang bersifat alamiah dengan menjadi pengendalian yang mene¬rapkan kaidah-kaidah ilmiah dalam memproduksi garamnya. Beberapa upaya telah dilakukan Pemerintah untuk memberikan pemahaman kepada petani tentang cara produksi garam yang baik yaitu dengan mengadakan proyek demplot lahan percontohan penggaraman kepada beberapa kelompok tani disamping upaya bantuan teknis pelatihan yang dapat diterapkan. Saat ini demplot tersebut telah direplikasikan ke 17 Kabupaten di Indonesia. Semua gagasan penerapan memerlukan peningkatan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan dari para pe¬ngelola. Usaha peningkatan ini dapat diawali dengan pengetahuan dasar dan penerapan cara yang murah, mudah dan tepat. Usaha penerapan ini akan dapat mengubah pendapat yang ada yang menganggap industri garam atau pengolahan air laut merupakan usaha yang tidak memberikan keuntung¬an dan tidak memerlukan pengetahuan serta keahlian. Kebijakan Pemerintah Beberapa hal yang menjadi penghambat upaya pemberdayaan komunitas petambak garam secara internal seperti rendahnya tingkat pendidikan, kepemilikan modal usaha, dan aset produksi yang sangat terbatas. Petambak garam yang pendidikannya rendah akan mengolah garam secara tradisional, tidak akan menggunakan teknologi dan mesin baru karena keterbatasan permodalan. Akibatnya produktivitas rendah dan tingkat pendapatan rendah. Dalam rangka mendukung percepatan penanggulang¬an kemiskinan yang menjadi program prioritas Pemerintah, maka sejak tahun 2009 KKP melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Kelautan dan Perikanan (PNPM Mandiri-KP) melaksanakan program penanggulangan kemiskinan utamanya bagi masyarakat kelautan dan perikanan. Pada tahun 2011 pelaksanaan PNPM Mandiri KP terdiri dari Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) dan Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR). KKP melaksanakan program PUGAR sebagai salah satu strategi untuk pemenuh¬an kebutuhan garam nasional sehingga dapat mengurangi jumlah impor garam. PUGAR adalah program pemberdayaan yang difokuskan pada peningkatan kesempatan kerja dan kesejahteraan, bagi petambak garam melalui prinsip bottom-up, artinya petambak garam akan terlibat dalam perencana¬an program, pelaksanaan dan melakukan monitoring dan evaluasi sesuai dengan mekanisme yang ditentukan. Adapun tujuan PUGAR adalah: (1) Membentuk sentra-sentra usaha garam rakyat di lokasi sasaran; (2) Memberdayakan dan meningkatkan kemampuan petambak garam rakyat dalam kelompok usaha garam rakyat; dan (3) Meningkatkan akses terhadap permodalan, pemasaran, informasi, serta ilmu pengetahuan dan teknologi bagi petambak garam rakyat. Seluruh tahapan pelaksanaan PUGAR berbasis pemberdayaan masyarakat dengan tujuan untuk menciptakan dan mening¬katkan kapasitas masyarakat dalam melaksanakan proses pembangunan dari, oleh dan untuk masyarakat. Peningkatan kapasitas petambak garam difokuskan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan dalam rangka meningkatkan produksi yang meliputi keterampilan, keahlian, dan pengetahuan. Kita berharap program tersebut berjalan lancar, dan dapat memacuproduktivitasgaram nasional sesuai harapan negeri bahari . ** (Tim Redaksi Jalasena/dmw) Berita Terkait • Importasi bahan baku makanan tetap tinggi • Harga garam rakyat belum beranjak naik • Indonesia bisa surplus 1,6 juta ton garam di 2013 • PT Garam alokasikan Rp 110 miliar untuk beli lahan • PTPN X bangun pabrik gula di Madura pada 2014 Garam termasuk produk yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Walaupun lebih dikenal sebagai penyedap makanan, namun sejatinya manfaat garam sangat luas. Garam telah menjadi bahan pengawet alami sejak berabad-abad silam. Selain juga digunakan di berbagai industri, seperti untuk cairan infus, campuran dalam sabun hingga sampo. Walaupun keberadaannya sangat penting, bisnis dan budidaya garam kurang populer di masyarakat. Hanya masyarakat daerah tertentu, seperti Madura dan Sidoarjo yang akrab dengan budidaya garam. Maklum, banyak yang menganggap bisnis ini kurang menggiurkan, lantaran rumit dan harganya terbilang rendah. Sebenarnya, kebutuhan garam di dalam negeri cukup besar. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KPP) tahun 2012 menyebutkan, kebutuhan garam di dalam negeri sebanyak 1,44 juta ton. Adapun total produksi garam nasional 2,97 juta ton. Meski surplus, Indonesia masih mengimpor garam, lantaran produksi lokal tidak terserap sempurna. Cuaca menyebabkan panen garam petani tidak menentu. Selain itu, hasil panen petambak tradisional dinilai tidak memenuhi syarat untuk masuk ke pabrik besar. Makanya, pemain di bisnis budidaya garam harus pandai-pandai memanfaatkan peluang. Kualitas garam yang dihasilkan harus diupayakan bisa menembus skala industri. Salah seorang pebudidaya garam adalah Lia Elings. Melalui PD Danam Garam, ia sudah menggeluti usaha ini sejak 2004 silam. Lia membudidayakan dua macam garam, yakni garam putih dan kuning. “Garam putih untuk makanan, sedangkan garam kuning untuk industri,” tuturnya. Harga jual garam putih Rp 500 per kg, dan garam kuning sekitar Rp 600 per kg. Tambak garam milik Lia berlokasi di Serang, Indramayu, dan Cirebon. Garam hasil produksi tambaknya dipasok ke pabrik tekstil dan industri pakan ternak di Tangerang, Jawa Tengah dan Jabodetabek. Sekali panen, Lia bisa menghasilkan 30-60 ton garam. "Panen bisa dua bulan sekali atau lebih, tergantung cuaca," ujarnya. Menurutnya, budidaya kristal putih ini tidak terlalu rumit, namun butuh kesungguhan dan ketelitian. Dari bisnis garam ini, ia bisa meraup omzet minimal Rp 18 juta sebulan. Pebisnis garam lainnya yaitu Gazali di Madura. Tiap bulan, ia bisa mengantongi omzet Rp 20 juta sebulan dari menjual sekitar 25 ton garam. Ia memang tidak terjun langsung membudidayakan garam. Namun, ia melibatkan mitra petani garam di di tiga lokasi, yaitu Madura, Pasuruan dan Sidoarjo. Kualitas garam yang dijual Gazali pun terbilang bagus. Buktinya, ia bisa memasok garam untuk kebutuhan pabrik makanan dan pengawetan ikan di Kalimantan dan Sulawesi. (Bersambung) TEKNIK PEMBUATAN GARAM A. TEKNIK TRADISIONAL Pembuatan garam rakyat di Indonesia yang ada saat ini rata-rata masih menggunakan teknik yang masih tradisional dimana hasil produksi baik secara kualitas maupun kuantitas masih rendah. Kondisi ini terjadi karena penerapan proses produksi pada teknik tradisional masih sederhana teknologinya. Alur proses produksi yang biasa diterapkan para petani garam di Indonesia yaitu air laut (3 Be) dimasukkan dalam petak penampungan air laut (tandon) kemudian air tersebut dialirkan pada beberapa petak peminihan dengan tujuan untuk menguapkan air laut sehingga kandungan garam didalamnya akan semakin pekat (16 Be) seiring perjalanan air laut tersebut dari petak peminihan yang satu ke petak peminihan yang terakhir (penampungan air tua). Dari petak pemihan ini selanjutnya air yang konsentrasi kandungan garamnya makin tinggi ini langsung di alirkan ke meja garam untuk di kristalkan. Tahapan-tahapan pada teknik tradisional ini memerlukan waktu yang cukup lama (> 10 hari) untuk menghasilkan garam yang kualitasnya juga masih rendah. Rendahnya kualitas garam tersebut bisa disebabkan oleh kandungan NaCl yang kurang karena proses produksi yang masih sangat sederhana dan cara panen yang seringkali mengakibatkan lumpur dasar petakan masih melekat pada garam. Untuk menanggulangi hal tersebut maka dapat dilakukan penambahan bahan aditif sehingga akan menghasilkan garam yang bersih karena bahan-bahan pengotor (impurities) tidak lagi menempel pada garam karena diikat oleh bahan aditif tersebut. Apabila dalam pola tradisional akan dilakukan penambahan zat aditif maka perlakuan tersebut sama sekali tidak merubah atau memodifikasi lahan yang ada. Penambahan zat aditif dapat di lakukan pada tahap bak penampungan air tua atau langsung ditaburkan pada tahap kristalisasi di meja garam. Pemberian zat aditif ini selain dapat membuat garam yang diproduksi semakin bersih, juga akan menghasilkan garam dengan kandungan NaCl yang tinggi pula. Gambar 1. Proses Tradisional B. TEKNIK SEMI INTENSIF Pada proses pembuatan garam menggunakan teknik semi intensif membutuhkan modifikasi lahan tambak dengan penambahan ulir pada tahap peminihan dengan tujuan untuk mempercepat proses penuaan air. Penambahan ulir disini dimaksudkan untuk mempercepat penguapan pada air laut sehingga saat tiba di petak penampungan sudah mencapai 20 Be dalam waktu yang lebih singkat apabila kondisi cuaca dan iklim memungkinkan. Pada teknik semi intensif ini, ulir dibuat berbentuk petakan – petakan kolam tanah yang berkelok – kelok dengan dasar yang tidak rata untuk membuat arus air secara alami sehingga terjadi proses penguapan yang di bantu cahaya matahari dan angin. Dengan adanya ulir ini diharapkan dapat mempercepat waktu penuaan air laut sehingga proses produksi dapat lebih singkat. Ketinggian air pada ulir berkisar antara 10 – 20 cm. Perbandingan luas lahan peminihan dengan lahan kristalisasi adalah 65 : 35. Meja kristalisasi dapat dilapisi terpal plastik sehingga bebas bocor, mudah dirawat dan dapat segera digunakan bila musim garam tiba. Apabila akan menggunakan zat aditif maka ditaburkan pada tahap kristalisasi di meja garam. Dengan menggunakan teknik semi intensif dengan penambahan bahan aditif, akan menghasilkan garam yang dengan kualitas tinggi, produksinya semakin meningkat serta waktu produksi semakin singkat. Berdasarkan hasil yang telah diterapkan dilapangan, dalam kondisi normal penggunaan zat aditif ini dapat meningkatkan produksi garam sekitar 30 % dari hasil produksi dengan yang konvensional. PEMBAHASAN Gambar 2. Proses Semi Intensif C. TEKNIK BACK YARD Pembuatan garam secara sederhana tanpa memerlukan lahan tambak yang sangat luas tetapi memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan produksi garam. Bahan baku air tua ini dapat di datangkan dari tambak-tambak garam yang sengaja membuat air tua untuk didistribusikan pada usaha pembuatan garam menggunakan backyard. Jadi dengan teknik ini terdapat beberapa elemen usaha yang saling mendukung, saling membutuhkan dan saling menguntungkan. Bahan baku dapat berupa air tua dengan kadar kepekatan minimum 20 Be sehingga langsung mengalami tahap kristalisasi. Untuk membuat air tua tersebut menjadi Kristal-kristal garam maka dapat di buat meja kristalisasi menggunakan terpal plastic sehingga bebas bocor, mudah dirawat dan dapat dipindahkan. Luas meja kristalisasi minimal 2,4 m x 1,2 m x 0,04 m. Proses kristalisasi air tua dilakukan dengan penyinaran matahari. Diusahakan letak meja kristalisasi ini mendapatkan sinar matahari penuh dari pagi sampai sore atau tidak tertutup oleh pepohongan atau bangunan. Apabila akan menggunakan zat untuk mempercepat proses kristalisasi maka dapat memakai zat aditif yang ditaburkan langsung di meja kristalisasi. Gambar 3. Proses Back Yard

Wednesday, 12 March 2014

Makalah lengkap tentang jaringan pada tumbuhan

Tugas makalah biolagi mengenai Jaringan Tumbuhan Nama : Ahmad Fatoni Dwi P Kelas : XI IPA 2 (SMA N 1 PRAYA) Absen: 1 Latar Belakang Saya ingin menjelaskan kepada teman-teman apayang dinamakan jaringan tumbuhan dan apa saja yang terkandung di dalamnya. Karena dalam bab ke dua ini kita akan membahas tentang materi ini. Pertama tama marilah kita untuk mengenal apa sih yang di namakan jaringan pada tumbuhan. 1. Jaringan adalah sekelompok sel yang memiliki bentuk dan fungsi sama serta melaksanakan tugas tertentu Kemudian berdasarkan tipe struktur dan fungsi sel, jaringan diklasifikasikan ke dalam dua kelompok yaitu 1. Jaringn meristem (Embrional) 2. Jaringan dewasa. Jaringan dewasa dibagi lagi menjadi a. Jaringan pelindung b. Jaringan dasar c. Jaringan penguat d. Jaringan pengangkut JARINGAN PADA TUMBUHAN Jaringan adalah sekelompok sel-sel yang memiliki struktur dan fungsi sama. Berdasarkanaktivitas pembelahan sel selama fase pertumbuhan dan perkembangan sel/jaringan tumbuhan,jaringan pada tumbuhan dibagi menjadi dua, yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa (permanen). A. Jaringan Meristem Jaringan meristem adalah jaringan yang terus-menerus mengalami pembelahan ataumasih bersifat embrionik. Sel-sel meristem membelah terus untuk menghasilkan sel-sel baru,beberapa hasil pembelahan akan tetap berada dalam jaringan meristem yang disebut sel inisialatau sel permulaan. Sedangkan sel-sel baru yang digantikan kedudukannya oleh sel meristemdisebut derivatif atau turunan. Proses pertumbuhan dan spesialisasi secara morfo-fisiologi selyang dihasilkan oleh meristem disebut diferensiasi. Jaringan yang mengalami diferensiasiakan kehilangan karakteristik embrioniknya dan menjadi dewasa/permanen. Ciri-ciri jaringan meristem: - Sel-selnya muda, aktif melakukan pembelahan dan pertumbuhan - Ukuran selnya kecil dan seragam - Letak sel-sel rapat, tidak ada ruang antar sel - Bentuk sel bervariasi: bulat, lonjong, atau poligonal dengan dinding sel tipis - Banyak mengandung sitoplasma sebagai tempat terjadinya berbagai reaksi - Memiliki inti sel satu atau lebih, inti sel relatif besar - Vakuola kecil atau hampir tidak ada Jaringan meristem diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria yaitu: a. Berdasarkan asal pembentukannya, meristem dibedakan menjadi promeristem, meristem primer dan meristem sekunder. 1) Promeristem, jaringan yang ada pada saat tumbuhan masih dalam tingkat embrio. 2) Meristem Primer Meristem yang sel-selnya secara langsung berkembang dari sel-sel embrionik, atau lanjutan dari kegiatan embrio/lembaga. Meristem primer, misalnya pada ujung akar dan ujung batang, mengakibatkan pertumbuhan primer berupa pertambahan tinggi. Daerah meristematik yang dibentuk promeristem berupa: protoderma, prokambium dan meristem dasar (ground meristem). Ketiganya inilah yang disebut sebagai meristem primer. Protoderma akan membentuk jaringan epidermis. Prokambium akan membentuk kambium fasikuler/intrafasikuler yang nantinya membentuk jaringan pembuluh primer (xilem primer dan floem primer). Meristem dasar akan membentuk jaringan dasar tumbuhan yang mengisi empulur maupun korteks, misalnya parenkim, kolenkim dan sklerenkim. 3) Meristem Sekunder Meristem yang berkembang darijaringan dewasa yang sudah mengalamidiferensiasi dan menjadi bersifatembrional kembali. Contohnya adalahkambium intervasis. Kambiuminterfasikuler berkembang dari parenkim akar/batang yang terletak diantara xilem dan floem. Kambium intervasis ke arah dalam akan menghasilkan xilem sekunder sedangkan ke arah luar akan menghasilkan floem sekunder. Aktivitas ini menyebabkan pertumbuhan pertumbuhan sekunder sehingga batang tumbuhan dapat membesar (pada Dicotyledonae dan Gymnospermae). Selain itu terdapat kambium gabus (felogen) yang mengembangkan periderm (jaringan gabus). Gambar meristem apikal pada ujung batang dan ujung akar dan aktivitas pertumbuhan primer b. Berdasarkan letaknya, meristem dibedakan menjadi meristem apikal, meristem interkalar dan meristem lateral. 1) Meristem apikal (ujung) Meristem apikal terdapat pada ujung-ujung pokok batang dan cabang serta ujung akar dan selalu menghasilkan sel-sel untuk tumbuh memanjang. Pertumbuhan memanjang akibat aktifitas meristem apikal disebut pertumbuhan primer dan jaringan yang terbentuk disebut jaringan primer. 2) Meristem interkalar (antara) Meristem interkalar terdapat diantara jaringandewasa. Contohnya terletak pada pangkal tiap ruaspada batang tumbuhan yang berbuku-buku. Aktivitasjaringan ini menyebabkan pertambahan panjang dandiameter ruas batang. Contoh tumbuhan yangmemiliki meristem interkalar adalah rumputrumputan (Gramineae). 3) Meristem lateral (samping) Meristem lateral atau meristem samping adalah meristem yang menyebabkan pertumbuhan ke arah samping (membesar), terletak sejajar dengan permukaan organ. Contohnya adalah kambium dan kambium gabus. Kambium ini terbentuk dari dalam jaringan meristem yang telah ada pada akar dan batang. B. Jaringan Dewasa (Permanen) Jaringan dewasa merupakan jaringan yang terbentuk dari hasil diferensiasi sel-sel yang dihasilkan jaringan meristem, sehingga memenuhi suatu fungsi tertentu. Jaringan dewasa pada umumnya pertumbuhan terhenti atau sementara terhenti. Jaringan dewasa ada yang disebut permanen karena telah mengalami diferensiasi yang sifatnya irreversibel. Ciri-ciri jaringan dewasa antara lain: - Tidak melakukan aktivitas membelah diri - Ukuran sel relatif lebih besar daripada sel meristem, vakuola berukuran besar - Plasma sel sedikit hanya seperti selaput yang menempel pada dinding sel - Sel kadang telah mati (tidak ada sitoplasma) - Terdapat ruang antar sel, kecuali pada epidermis Jaringan dewasa meliputi, jaringan pelindung (epidermis), jaringan dasar (parenkim), jaringan penguat/penyokong (kolenkim dan sklerenkim), jaringan pengangkut/vaskuler(xilem dan floem) dan jaringan gabus (peridermis). 1. Jaringan Pelindung (Epidermis) Jaringan epdermis merupakan jaringan paling luar yang menutup permukaan organ tumbuhan, seperti daun, bagian bunga, buah dan biji, serta batang dan akar sebelum mengalami penebalan sekunder. Jaringan epidermis berfungsi sebagai pelindung jaringan yang ada di bagian sebelah dalamnya. Bentuk, ukuran, susunan dan fungsi sel epidermis berbeda-beda pada berbagai jenis organ tumbuhan. Ciri-ciri khas dari sel-sel epidermis adalah : - Sel-selnya hidup, biasanya terdiri dari satu lapis sel tunggal - Sel-sel rapat satu sama lain membentuk bangunan padat tanpa ruang antar sel. - Memiliki beragam bentuk, ukuran dan susunannya - Tidak memiliki klorofil - Dinding sel ada yang tipis, ada yang mengalami penebalan di bagian yang menghadap ke permukaan dan ada pula yang semua sisi dindingnya tebal berlignin. Beberapa bentuk khusus sel epidermis yang terdiferensiasi struktur dan fungsinya (derivat atau turunanannya) antara lain : a. Stomata (mulut daun) yang berfungsi sebagaitempat pertukaran gas (O2,CO2, dan uap air/H2O).Stomata berupa ruang antar sel yang dibatasi olehdua sel khas yan disebut sel penjaga. Sel penjagadan lubang tersebut bersama-sama membentukstomata. Pada banyak tumbuhan dapat dibedakanyaitu sel pelengkap, yang merupakan dua atau lebihsel khas yang membatasi sel penjaga. Sel tetangga berperan dalam perubahan osmotik yang menyebabkan gerakan sel penjaga yang mengatur lebar stomata. Letak stomata kebanyakan di permukaan bawah daun. Tipe utama stomata pada Dicotyledonae berdasarkan susunan sel epidermis yang berdekatan dengan sel penjaga, antara lain: 2) Tipe anomositik (ranunculaceous), yaitu sel penjaganya dikelilingi oleh sejumlah sel tertentu yang tidak berbeda dengan sel epidermis yang lain dalam bentuk maupun ukuran. Tipe ini umum pada Ranunculaceae, Geraniaceae, Capparidaceae, Cucurbitaceae, Malvaceae, Scrophulariaceae, Tamaricaceae, dan Pavaveraceae. 3) Tipe anisositik (cruciferous), yaitu setiap sel penjaga dikelilingi oleh tiga sel tetangga yang ukurannya tidak sama. Tipe ini umum pada Cruciferae, pada Nicotiana, Solanum, Sedum dan lainnya. 4) Tipe parasitik (rubiaceous), yaitu setiap sel penjaga bergabung dengan satu atau lebih sel tetangga, sumbu membujurnya sejajar dengan sumbu sel penjaga dan apertur. Tipe ini mum pada Rubiaceae, Magnoliaceae, sebagian besar spesies Concovulaceae, dan Mimosaceae, beberapa genus dari Papilonaceae seperti Ononis, Arachis, Phaseolus, dan Psoralea, dan lainnya. 5) Tipe diasitik (caryophyllaceous), yaitu setiap stoma dikelilingi dua sel tetangga, umumnya dinding selnya itu membuat sudut siku-siku terhadap sumbu membujur dtoma. Tipe ini umumnya pada Caryophyllaceae, Acanthaceae dan lain-lain. 6) Tipe aktinositik, yaitu stomata dikelilingi oleh lingkaran sel yang menyebar dalam radius. b. Trikoma, tonjolan epidermis dan tersusun atas beberapa sel yang mengalami penebalan sekunder. Trikoma berperan sebagai kelenjar yang mengeluarkan zat seperti terpen, garam dan gula. Rambut akar juga merupakan bentuk lain dari trikoma yang memiliki dinding sel tipis dengan vakuola yang besar. Fungsi lain trikoma antara lain: - Mengurangi penguapan (pada epidermis daun), - Meneruskan rangsang, - Melindungi tumbuhan dari gangguan hewan, - Membantu penyebaran biji, dan - Sebagai penghasil nektar c. Lentisel, berfungsi seperti stomata yaitu sebagai tempat keluar masuknya gas-gas ke dalam tumbuhan yang terdapat pada batang. d. Velamen merupakan lapisan sel mati di bagian dalam jaringan epidermis pada akar gantung (akar udara) tumbuhan anggrek dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan air. e. Sel kipas tersusun dari beberapa sel berdinding tipis dengan ukuran lebih besar dibandingkan sel-sel epidermis di sekitarnya. Bila terjadi penguapan air yang relatif besar,sel kipas akan menggulung sehingga daun akan menggulung untuk mengurangi penguapan yang lebih lanjut. Sel kipas dapat dijumpai pada epidermis atas daun familia Gramineae dan Cypereae. f. Sel silica/sel gabus, sel epidermis seperti serat pada Pteridophita tertentu, Gymnospermae,dan beberapa Gramineae, dan Dicotyledonae tertentu. Pada Gramineae diantara selepidermis batang ada yang panjang ada 2 tipe sel pendek, yaitu sel silika dan sel gabus. Sel silika berkembang penuh berisi badan silika yang merupakan massa isotrop dengan silika di bagian pusat yang berupa bulatan kecil. Pada penampang melintang, badan silika ada yang tampak bundar, elips, seperti halter, atau seperti pelana. Dinding sel gabus mengandung zat gabus (suberin) dan banyak berisi bahan organik pada. Di atas sel pendek seringkali terdapat papila, duri, atau rambut. Sel bagus kebanyakan pada kebanyakan tumbuhan berisi badan silika, dan pada rerumputan tertentu, badan silika jugaterdapat pada beberapa sel panjang. Badan silika juga terdapat dalam sel epidermis khususdari Cypereae dan beberapa Monocotyledonae. g. Litokis, sel yang mengandung sistolit. Litosis terpadat pada erpidermis daun beringin (Ficus sp.) berupa penebalan ke arah sentripetal yang tersusun atas tangkai selulosa dengan deposisi Ca-karbonat (kalsium karbonat) yang membentuk bangunan seperti sarang lebah yang disebut sistolit. 2. Jaringan Dasar (Parenkim) Jaringan parenkim merupakan suatu jaringan yang terbentuk dari sel-sel hidup, dengan struktur morfologi serta fisiologi yang bervariasi dan masih melakukan segala kegiatan prosesfisiologis. Jaringan parenkim disebut jaringan dasar karena dijumpai hampir di setiap bagian tumbuhan. Contohnya pada batang dan akar, parenkim dijumpai diantara epidermis dan pembuluh angkut, sebagai korteks. Parenkim dapat pula dijumpai sebagai empulur batang,Pada daun, parenkim merupakan mesofil daun, yang kadang terdiferensiasi menjadi jaringan tiang dan jaringan bunga karang, parenkim dijumpai sebagi parenkim penyimpan cadanganmakanan pada buah dan biji. Berdasarkan fungsinya, parenkim dibedakan menjadi beberapa macam: 1. Parenkim asimilasi, yaitu parenkim yang bertugas melakukan proses pembuatan zat-zat makanan, terletak di bagian tumbuhan berwarna hijau. 2. Parenkim penimbun, berfungsi sebagai jaringan penyimpan cadangan makanan sebagai larutan dalam vakuola, bentuk partikel padat, atau cairan dalam siroplasma. Letaknya di bagian dalam tumbuhan, misalnya empulur batang, akar, umbi, umbi lapis dan akar rimpang. Organ tersebut sel-selnya berisi cadangan makanan berupa: gula, tepung, lemakdan protein. 3. Parenkim air, dijumpai pada tumbuhan hidup di daerah kering (xerofit), tumbuhan epifit,dan tumbuhan sukulen sebagai penimbun air untuk menghadapi masa kering. 4. Parenkim udara dijumpai pada alat pengapung tumbuhan. Parenkim udara dapat puladijumpai pada tangkai daun Canna sp. sebagai tempat penyimpanan udara. 5. Parenkim angkut terdapat pada jaringan pengangkut yang sel-selnya berbentukmemanjang menurut arah pengangkutannya. Berdasarkan bentuknya, parenkim dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu: 1. Parenkim palisade, merupakan parenkim penyusun mesofil, kadang pada biji berbentuk sel yang panjang, tegak, mengandung banyak kloroplas. 2. Parenkim bunga karang, juga merupakan parenkim penyusun mesofil daun, bantuk danukurannya tak teratur dengan ruang antarsel yang lebih besar. 3. Parenkim bintang (aktinenkim) berbentuk seperti bintang bersambungan ujunganya dijumpai pada tangkai daun Canna sp. 4. Parenkim lipatan, dinding selnya mengadakan lipatan ke arah dalam serta banyak mengandung kloroplas, dijumpai pada mesofil daun pinus dan padi. 3. Jaringan Penguat/Penyokong Jaringan penguat penyokong jaringan yang memberikan kekuatan bagi tubuh tumbuhan agar dapat melakukan perimbangan-perimbangan bagi pertumbuhannya. Disebut juga jaringan penguat karena memiliki dinding sel yang tebal dan kuar serta sel-selya telah mengalami spesialisasi. Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan mekanik dibedakan menjadi jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim. a. Jaringan Kolenkim Jaringan kolenkim terdiri atas sel-sel yang mengalami penebalan selulosa. Jaringan kolenkim berperan penting sebagai jaringan penguat terutama pada organ-organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan pada perkembangan. Ciri-ciri sel pada jaringan kolenkim antara lain: - Sel-selnya hidup dengan protoplasma aktif, bentuk sel sedikit memanjang - Umumnya memiliki dinding dengan penebalan tidak teratur - Tidak memiliki dinding sel sekunder tetapi memiliki dinding primer yang lebih tebal daripada sel-sel parenkim - Lunak, lentur dan tidak berlignin. - Isi sel dapat mengandung kloroplas makin sederhana diferensiasinya makin banyak kloroplasnya, sehingga menyerupai parenkim, juga dapat mengandung tanin.Secara ontogeni, jaringan kolenkim berkembangdari sel-sel memanjang mirip prokambium dan terlihatpada tingkat awal diferensiasi meristem atau berkembangdari sel-sel isodiametris pada jaringan meristem dasar.Oleh karena kolenkim tidak memiliki dinding sekunderdan bahan penguat (lignin), maka kolenkim dapatmenyokong batang tanpa menghalangi pertumbuhan.Jaringan kolenkim biasanya berkelompok dalam bentukuntaian atau silinder. Kolenkim tumbuh memanjangmengikuti akar dan daun yang disokongnya.Kolenkim dapat dijumpai pada batang, daun, sertabagian-bagian bunga dan buah. Pada akar yang terkenasinar matahari juga dapat dijumpai adanya kolenkim. Pada kebanyakan tumbuhan Monocotyledoneae tidakdapat dijumpai adanya kolenkim jika sklerenkim dibentuk sejak tumbuhan masih muda.Berdasarkan penebalan dinding sel-nya, kolenkim dapat dibedakan menjadi 4 tipe, yaitu: 1) Kolenkim anguler (kolenkim sudut), penebalan dinding terdapat pada sudut sel dan menajang mengikuti sumbu sel. Contohnya pada tangkai daun Vitis sp., Begonia sp., Solanum tuberosa dan Atropa belladonna. 2) Kolenkim lameler (kolenkim lempeng), penebalan dinding sel terutama pada dinding tangensial (sejajat permukaan organ) sehingga pada irisan melintang terlihat seperti papan yang berderet-deret. Contonhya pada korteks batang Sembucus javanica dan Sambucus nigra. 3) Kolenkum tubular (lakunar), penebalan dinding sel terdapat pada bagian dinding sel yang menghadap ruang antar sel. Contohnya pada tangkai daun Salvia, Malva dan Althaea. 4) Kolenkim tipe cincin, pada penampang lintang lumen sel berbentuk lingkaran atau seperti lingkaran. Pada waktu menjelang dewasa terlihat bahwa karena pada tipe sudut penebalan bersambungan pada dinding sel maka lumen tidak menyudut lagi. b. Jaringan Sklerenkim Jaringan sklerenkim jaringan penyokong yang dijumpai pada organ tumbuhan yang tidak lagi mengalami pertumbuhan dan perkembangan atau pada tumbuhan yang telah dewasa. Jaringan sklerenkim terdiri atas serabut (serat-serat sklerenkim) dan sklereid (selsel batu). Ciri-ciri sel pada jaringan sklerenkim, yaitu: - Sel-selnya telah mati dengan dinding sel yang tebal - Dinding sekunder yang tebal, umumnya terdiri dari zat lignin - Bersifat kenyal, pada umumnya tidak lagi mengandung kloroplas - Sel-selnya lebih kaku daripada kolenkim, sel sklerekim tidak dapat memanjang 1) Serabut Serabut pada umumnya terdapat dalam bentukuntaian atau dalam bentuk lingkaran. Di dalamberkas pengangkut, serabut biasanya merupakansuatu seludang yang berhubungan dengan berkaspengangkut atau dalam kelompok yang tersebardi dalam xilem dan floem.Berdasarkan tempatnya, serat sklerenkimdibedakan menjadi dua, yaitu serat xilem apabilaserat tersebut terdapat di dalam jaringan xilem dan serta ekstra xilem apabila seratterdapat di luar sistem jaringan xilem. Serat-serat sklerenkim mempunyai ukuranantara 2mm sampai dengan 25cm. Serat sklerenkim yang panjang dapat dijumpai pada Agave, Hibiscus sabdariffa dan Hibiscus canabinus. 2) Sklereid Sklereid terdapat dalam semua bagian tumbuhan, terutama di dalam kulit kayu, pembuluh tapis dan dalam buah atau biji. Sel sklereid bisa terdapat secar soliter sebagai idioblast atau dalam kumpulan sel dengan jumlah yang besar bahkan pada tempurung kelapa (Cocos nucifera) hampir seluruhnya terdiri dari sklereid. Secara ontogenis, sklereid berkembang dari sel-sel parenkim melalui penebalan sekunder dinding selnya. Berdasarkan bentuknya, sklereis dibedakan menjadi 5 macam, yaitu: 1. Brakisklereid, merupakan sel batu yang bentuknya seperti insang ikan, dijumpai pada floem kulit kayu serta daging buah tertentu seperti pear (Pyrus communis). 2. Makrosklereid merupakan sbutan bagi sklereid yan bentuk seperti tongkat dan dijumpai pada kulit biji tumbuhan suku kacang-kacangan (Leguminosae). 3. Osteosklereid apabila berbentuk seperti tulang dengan ujung yang membesar dan kadang-kadang sedikit bercabang. Sklereid ini dijumpai dalam kulit biji dan kadng-kadang dalam daun Dicotyledoneae. 4. Asteroslereid merupakan sklereid yang bercabang-cabang berbentuk seperti bintang dan sering terdapat pada daun. 5. Trikoslereid merupakan sklereid yang memanjang seperti benang dengan satu percabangan teratur. 4. Jaringan Pengangkut (Vaskuler) Jaringan pengangkut pada tumbuhan tingkat tinggi terdiri dari xilem dan floem. Xilem meliputi trakea dan trakeida serta unsur-unsur lain seperti serabut dan parenkim xilem. Xilem,khususnya trakea dan trakeida berfungsi mengangkut mineral dan air dari akar sampai daun,sedangkan floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke bagian organ yanglain, yaitu batang, akar, atau umbi. Floem terdiri dari buluh tapis, sel pengiring dan parenkim floem. a. Xilem Xilem merupakan suatu jaringan pengangkut yang kompleks terdiri dari berbaai macam bentuk sel. Pada umumnya sel-sel penyusun xilem telah mati dengan dinding selyang sangat tebal tersusun dari zat lignin sehingga xilem berfungsi juga sebagai jaringanpenguat. Unsur-unsur xilem terdiri dari unsur trakeal, serat xilem dan parenkim xilem. 1) Unsur Trakeal Unsur trakeal merupakan unsur yang bertugas dalam pengangkutan air beserta zat terlarut di dalamnya, dengan sel-sel yang memanjang, tidak mengandung protoplas (bersifat mati), dinding sel berlignin, mempunyai macam-macam noktah. Unsur trakeal terdiri dari dua macam sel, yaitu trakea dan trakeida. Trakea (pembuluh kayu) terdiri dari deretan sel yang tersusun memanjang dengan ujung berlubang dan bersambungan pada ujung dan pangkalnya, sedangkan trakeida merupakan sel panjang dengan ujung yang runcing tanpa adanya lubang sehingga pengangkutan melalui pasangan noktah pada dua ujung trakea yang saling menimpa. Bagian trakea yang berlubang disebut lubang perforasi. Pada tumbuhan dikenal tiga macam lempeng perforasi, yaitu lempeng perforasi sederhana dengan sebuah lubang yang memenuhi seluruh dinding ujung sel yang ditempati, lempeng perforasi skalariform dengan lubang pipih dan sejajar lempeng sehingga menunjukkan bentuk tangga, lempeng perforasi jala dengan jalinan lubang membentuk jala. Lempeng perforasi skalariform dan jala disebut juga lempeng perforasi majemuk. 2) Serat Xilem Serat xilem merupakan sel panjang dengan dinding sekunder yang biasanya berlignin. Ada dua macam serta pada tumbuhan, yakni serta trakeid dan serat libriform. Serta libriform mempunyai ukuran lebih panjang dan dinding selnya lebih tebal dibanding serta trakeid. Dijumpai adanya noktah sederhana pada serar libriform, sedangkan serat trakeid memiliki noktah terlindung. 3) Parenkim Xilem Parenkim xilem biasanya terdudun dari sel-sel yang masih hidup. Dijumpai pada xilem primer maupun xilem sekunder. Pada xilem skunder dijumpai dua macam parenkim. Yaitu parenkim kayu dan parenkim jari-jari empulur. Parenkim kayu sel-selnya dibentuk oleh sel-sel pembentuk fusi unsur-unsur trakea yang sering mengalami penebalan sekunder pada dindingnya. Dijumpai adanya noktah berhalaman dan noktah biasa. Sel-sel parenkim xilem befungsi sebagai tempat cadangan makanan. Zat tepung biasanya tertimbun sampai pada saat-saat giatnya pertumbuhan kemudian berkurang bersamaan dengan kegiatan kambium. Parenkim jari-jari empulur tersusun dari sel-sel yang pada umumnya mempunyai dua bentuk dasar, yakni sel-sel yang bersumbu panjang ke arah radial dan sel-sel bersumbu panjang ke arah vertikal. b. Floem Floem merupakan jaringan pengangkut yangberfungai mengangkut dan mendistribusikan zat-zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke bagian tumbuhan yang lain. Floem tersusun dari berbagai macam bentuk sel-sel yang bersifat hidup dan mati. Unsur-unsur floem meliputi unsur tapis, sel pengiring,sel albumin (pada Gymnospermae), serat-serat floemdan parenkim floem. 1) Unsur-unsur tapis Ciri khas dari unsur tapis dalah hanya daerah tapis dindingnya tipis dan inti hilang dari protoplas. Daerah tapis diartikan sebagai daerah noktah yang termodifikasi dan tampak sebagai daerah cekung di dinding yang berpori-pori. Pori-pori tersebut dilalui oleh plasmodesmata yang menghubungkan dua unsur tapis yang berdampingan. Sel-sel tapis merupakan sel panjang yang ujungnya meruncing di bidang tangensial dan membulat di bidang radial. Dinding lateral banyak mengandung daerah tapis yang berpori. Pada komponen bulu tapis, dinding ujungnya saling berlekatan dengan dinding ujung sel di bawahnya atau di atas sehingga membentuk deretan sel-sel memanjang yang disebut pembuluh tapis. 2) Sel Pengiring Sel pengiring berhubungan erat dengan pembuluh tapis. Sel-sel pengiring biasanya merupakan untaian atau deretan yang menyerupai sel parenkim dengan sel-sel yang yang bersifat hidup. Sel pengiring diduga berperan dalam keluar masuknya zat-zat makanan melalui pembuluh tapis. 3) Sel Albumin Sel albumin merupakan sel-sel jari-jari empulur dan sel-sel parenkim buluh tpais yang mengandung banyak zat putih telur dan terletak dekat dengan sel-sel tapis pada tumbuhan Gymnospermae. Diduga sel-sel albumin mempunyai fungsi serupa dengan sel pengiring. 4) Serat-Serat Floem Letak serat-serat floem pada berkas floem bervariasi. Pada floem primer, serat terdapat pada bagian jaringan sebelah luar yang awalnya berkelompok membentuk suatu klaster atau masa kemudian dalam perkembangannya akan menjadi homogen. Sedang pada floem sekunder letak serat mengikuti berbagai pola. Serat dewasa dapat bersifat hidup maupun mati. Serat hidup dapat juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan. 5) Parenkim Floem Parenkim floem merupakan jaringan parenkim biasa yang terletak di bagian buluh tapis,merupakan sel hidup yang berfungsi sebagai tempat penyimpan zat-zat tepung, lemak dan zat-zat organik lainnya. pengangkutan pada tumbuhan 1. Pengambilan Zat – zat oleh Tumbuhan dari Lingkungan Tumbuhan memerlukan beberapa zat dari lingkungannya, terutama air, mineral, oksigen, dan karbon dioksida. Oksigen dan karbon dioksida dari udara diambil oleh tumbuhan tingkat tinggi melalui daun. Air dan garam mineral yang terkandung di dalam air diserap tumbuhan dari dalam tanah melalui rambut akar. Bagian akar yang aktif terlibat dalam menyerapan garam mineral adalah pada daerah perpanjangan tepat dibelakang ujung akar. pada waktu penyerapan air, unsur – unsur mineral yang larut dalam air juga terbawa masuk kedalam akar. Proses pengambilan karbondioksida dan oksigen dari udara serta air, dan unsur -unsur dari dalam tanah oleh tumbuhan, berlangsung dengan cara difusi, osmosis dan transpor aktif. 2. Pengangkutan Air dan Mineral Pengangkutan air dan garam mineral yang diperoleh dari tanah berlangsung melalui dua cara, yaitu : a. Pengangkutan Ekstravaskular Pengangkutan air dan mineral diluar berkas pembuluh disebut pengangkutan ekstra vaskular. Pada pengangkutan ekstravaskular, setelah sampai di sel epidermis akar, air akan bergerak di antara sel –sel korteks. Untuk memasuki silinder pusat (stele), air harus melewati sitoplasma sel-sel endodermis, dan setelah sampai di stele, air akan bergerak bebas di antara sel-sel. pengangkutan ekstravaskular dapat terjadi secara apoplas dan simplas. b. Pengangkutan Intravaskular Pengangkutan intravaskular berlangsung dari akar menuju bagian atas tumbuhan melalui berkas pembuluh, yaitu xilem. Pengangkutan air dan mineral dari akar sampai ke daun bermula dari xilem akar ke xilem batang menuju ke xilem tangkai daun dan ke xylem tulang daun. Tulang dau mengandung ikatan pembuluh. Dari xilem tulang daun, air masuk ke sel-sel bunga karang pada mesofil. Air dan garam-garam mineral tersebut akan digunakan dalam proses fotosintesis dan transportasi. Dapat disimpulkan bahwa pengangkutan air dan mineral dari dalam tanah sampai ke tubuh tumbuhan melalui lintasan berikut: Rambut akar → epidermis → korteks → endodermis → xilem akar → xilem batang → xilem daun → parenkim mesofil daun. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Dermal Tissues. Diambil dari: http://www.phschool.com/science/biology_place/ biocoach/ plants/dermal.html Anonim. Jaringan Meristem. Diambil dari: http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/Sponsor- Pendamping/Praweda/Biologi/0049%20Bio%202-2a.htm Anonim. Jaringan Parenkim. Diambil dari: http://www.e-dukasi.net/mapok/mp_files/mp_303/ materi07.html Anonim. Pertumbuhan Pada Tumbuhan. Diambil dari: http://www.e-dukasi.net/mapok/ mp_full.php?id=303&fname=materi03.html Anonim. Stoma. Diambil dari: http://www.palaeos.com/Plants/Lists/Glossary/GlossarySi.html Fahn, A. 1995. Anatomi Tumbuhan Edisi Ketiga. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Syamsuri, Istamar, dkk. 2004. Biologi untuk SMA Kelas XI Semester 1. Jakarta: Erlangga

contoh soal ulangan harrian TIK kelas XI tentang Microsoft Excel