I. PENGERTIAN DAN CIRI-CIRI KELOMPOK SOSIAL
A. PENGERTIAN KELOMPOK SOSIAL
Definisi menurut beberapa ahli:
1. Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, kelompok social sebagai kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi.
2. Soerjono Soekanto, kelompok social adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan antara mereka secara timbale balik dan saling mempengaruhi
3. Hendropuspito, kelompok social sebagai suatu kumpulan nyata, teratur dan tetap dari individu-individu yang melaksanakan peran-perannya secara berkaitan guna mencapai tujuan bersama.
Dapat disimpulkan bahwa kelompok social adalah sekumpulan manusia yang memiliki persamaan cirri dan memiliki pola interaksi yang terorganisir secara berulang-ulang, serta memiliki kesadaran bersama akan keanggotaannya
SYARAT KELOMPOK SOSIAL
1. Setiap anggota kelompok memiliki kesadaran bahwa ia bagian dari kelompok tsb.
2. Adanya hubungan timbal balik antaranggota
3. Adanya faktor pengikat, seperti kesamaan ideologi, kesamaan kepentingan atau kesamaan nasib
4. Memiliki struktur, kaidah dan pola perilaku
5. Bersistem dan berproses
B. CIRI-CIRI KELOMPOK SOSIAL
1. Merupakan kesatuan nyata dan dapat dibedakan dari kelompok atau kesatuan manusia lain
2. Memiliki stuktur sosial yang setiap anggotanya memiliki status dan peran tertentu
3. Memiliki norma yang mengatur hubungan diantara para anggotanya
4. Memiliki kepentingan bersama
5. Adanya interaksi dan komunikasi di antara para anggotanya
II. DASAR PEMBENTUKAN KELOMPOK SOSIAL
1. Faktor kepentingan yang sama (Common Interest)
Misalnya : kelompok arisan, kelompok seniman, kelompok olahragawan
2. Faktor darah dan keturunan yang sama (Common Ancestry)
Misalnya : kelompok keturunan Arab, kelompok keturunan Cina
3. Faktor geografis
Misalnya : masyarakat yang tinggal di daerah Pantai membentuk kelompok nelayan
4. Faktor daerah asal yang sama
Misalnya : KMJB (Keluarga Mahasiswa Jabar), Keluarga Besar Minang
III. MACAM-MACAM KELOMPOK SOSIAL
A. Klasifikasi menurut cara terbentuknya
1. Kelompok semu
Ciri-ciri kelompok semu :
- Tanpa rencana dan terbentuknya secara spontan
- Tidak terorganisir dalam suatu wadah tertentu
- Tidak ada interaksi, tidak ada interrelasi, dan tidak ada komunikasi secara terus-menerus
- Tidak ada kesadaran berkelompok
- Kehadirannya tidak konstan
a. Kerumunan
Bentuk-bentuk kerumunan
• Formal audience / khalayak penonton / pendengar resmi: mempunyai pusat perhatian dan persamaan tujuan tetapi sifatnya sangat pasif
Contoh : penonton boiskop, hadirin suatu khotbah
• Planned expressive group : kerumunan yang tidak begitu mementingkan pusat perhatian tetepi mempunyai persamaan tujuan serta kepuasan yang dihasilkan
Contoh : orang yang berdansa, berpesta dan berekreasi
• Inconvenient causal crowds: kerumunan yang bersifat terlalu sementara yang ingin mempergunakan fasilitas-fasilitas sama
Contoh : orang antri karcis, orang yang menunggu bis
• Panic causal crowds / kerumunan panik: orang-orang dalam keadaan panik yang sedang berusaha menyelamatkan dari suatu bahaya
• Spectator causal crowds / kerumunan penonton : terjadi karena orang-orang ingin melihat suatu peristiwa tertentu, hampir sama dengan khalayak penonton tetapi kerumunan penonton tanpa direncanakan
• Acting lawless crowds / acting mob / kerumunan emosional : mempunyai tujuan tertentu dengan menggunakan kekuatan fisik yang berlawanan dengan norma- norma social
• Immoral lawless crowds / kerumunan tak bermoral : segala tindakannya berlawanan dengan norma-norma pergaulan hidup
b. Massa
Ciri-ciri massa
• Terdiri dari orang-orang dalam segala lapangan dan tingkatan sosial
• Anonim dan heterogen
• Tidak terdapat interaksi dan interelasi
• Tidak mampu bertindak secara teratur
• Adanya sikap yang kurang kritis, gampang percaya pada pihak lain, amat sugestible (mudah dipengaruhi)
c. Publik
Ciri-ciri publik (khalayah ramai)
• Kelompok yang tidak teratur
• Interaksi secara tidak langsung melalui media massa
• Perilaku publik didasarkan pada perilaku individu
• Anonim dan terdiri atas berbagai lapisan masyarakat
• Mempunyai minat yang sama terhadap suatu masalah
• Minat yang sama tersebut belum tentu mempunyai opini atau pendapat yang sama terhadap suatu masalah
• Berusaha menguasai masalah tsb
• Adanya kecenderungan mereka berfikir rasional
2. Kelompok nyata
a. Statistical Group (Kelompok Statistik)
Ciri-ciri kelompok statistik
• Tidak direncanakan, tidak disengaja, tidak berarti sangat mendadak / spontan tetapi sudah terbentuk dengan sendirinya
• Tidak terhimpun dan tidak terorganisir dalam wadah tertentu
• Tidak ada interaksi, tidak ada interrelasi, dan tidak ada komunikasi secara terus-menerus
• Tidak ada kesadaran berkelompok
• Kehadirannya konstan
b. Societal Group (Kelompok Sosieta)
Ciri-ciri kelompok sosieta
• Tidak direncanakan, tidak sengaja, terbentuk dengan sendirinya
• Kemungkinan terhimpun dalam suatu wadah tertentu
• Kemungkinan terjadi interaksi, interrelasi, atau komunikasi
• Kemungkinan terjadi kesadaran kelompok
• Kehadirannya konstan
c. Social Group (Kelompok Sosial)
Sering disamakan dengan masyarakat dalam arti khusus. Terbentuk karena adanya unsure-unsur yang sama, seperti tempat tinggal, pekerjaan yang sama, kedudukan yang sama, atau kegemaran yang sama.
Memiliki anggota yang berinteraksi dan melakukan komunikasi secara terus menerus.
Contoh: tetangga, teman
d. Associational Group (Kelompok Assosiasi)
Ciri-ciri kelompok asosiasi
• Direncanakan atau sengaja dibentuk
• Terorganisir secara nyata dalam suatu wadah
• Ada interaksi dan interrelasi serta komunikasi secara terus-menerus
• Adanya kesadaran kelompok yang kuat
• Kehadirannya konstan
Contoh: dalam lembaga pendidikan, kesatuang angkatan bersenjata
B. Klasifikasi menurut erat longgarnya ikatan antaranggota
Menurut Ferdinand Tonnies:
a. GEMEINSCHAFT (PAGUYUBAN)
Kelompok sosial yang anggota-anggotanya memiliki ikatan batin yang murni, bersifat alamiah dan kekal
Bentuk gemeinschaft
• Gemeinschaft by blood (ikatan darah)
Contoh : keluarga , kelompok kekerabatan
• Gemeinschaft of place ( tempat)
Contoh : Rukun Tetangga, Rukun Warga
• Gemeinschaft of mind (dasar ideologi): terdiri dari individu yang memiliki jiwa dan pikiran yang sama karena ideologi yang sama
b. Gesselscaft (patembayan) : ikatan lahir yang bersifat pokok untuk waktu yang yang pendek, strukturnya bersifat mekanis dan bersifat sebagai suatu bentuk pikiran belaka
Ciri-ciri gesselshaft :
• Hubungan terbatas pada urusan tertentu
• Hubungan antar peran dan status
• Bersifat publik life
C. Klasifikasi kelompok sosial menurut pencapaian tujuan
a. Kelompok formal : memiliki peraturan tegas dan sengaja dibuat oleh anggotanya untuk mengatur hubungan antaranggotanya
b. Kelompok informal : terbenhtuk karena pertemuan yang berulang-ulang dan merasa memiliki kepentingan dan pengalaman yang sama
D. Klasifikasi menurut pendapat Merton
a. Membership group
merupakan kelompok social yang setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut
b. Reference group
kelompok social yang menjadi acuan bagi seseorang yang bukan anggota kelompok untuk membentuk pribadi dan perilakunya sesuai dengan kelompok acuan.
E. Klasifikasi menurut sudut pandang individu
a. In group (kelompok sendiri)
kelompok social tempat individu mengidentifikasikan dirinya
b. Out group (kelompok luar)
kelompok yang menjadi lawan in group, menjadi dasar munculnya sikap etnosentris
F. Klasifikasi menurut kualitas hubungan antar anggota
a. Kelompok primer
Suatu kelompok yang hubungan antar anggota saling mengenal dan bersifat informal
b. Kelompok sekunder
suatu kelompok yang hubung antaranggotanya bersifat formal, impersonal dan didasarkan pada asas manfaat.
Friday, 14 February 2014
Wednesday, 5 February 2014
CONTOH SURAT UNDANGAN
MADRASAH TSANAWIYAH BIRRUL WALIDAIN NW
KETAPAK DESA PENGENGAT KEC.PUJUT LOMBOK TENGAH
Alamat : Ketapak Pujut Loteng NTB Kode Post.83573
Ketapak, 10 September 2013
Nomor : 09 /MTs.BW-NW/IX/2013
Lampiran : -
Perihal : Undangan Rapat
Pembentukan Tim Pengembang Madrasah
Kepada
Yth.Bapak/Ibu Guru/Pegawai
Komite & Yayasan
Di –
Tempat.
Bismillahi Wabihamdihi
Assalamu‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sehubungan dengan beberapa hal yang terkait dengan tahapan pelaksanaan akreditasi madrasah di MTs. Birrul Walidain NW Ketapak, maka kami bermaksud mengundang Bapak/Ibu/Saudara untuk bersama-sama membahas hal tersebut sekaligus membentuk Tim Pengembang Madrasah yang insya Allah akan dilaksanakan nanti pada :
Hari/Tanggal : Selasa/ 6 September 2013
Waktu : 08.30-12.00
Tempat : Gedung MTs. Birrul Walidain
Mengingat pentingnya acara dimaksud maka diharapkan kehadiran Bapak/Ibu/Saudara tepat waktu.
Sekian undangan ini kami buat dan terima kasih sebelumnya kami ucapkan atas partisipasi dan kerjasamanya yang baik.
Wallahul Muwaffiqu Walhadi Ila Sabilirrasyad
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Kepala Madrasah,
JUMERAH, S.Pd
Thursday, 12 December 2013
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL (GONORE)
ABSTRACT
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL (GONORE) DI KELAS XII IPA SMAN 2 PUJUT, KECAMATAN PUJUT, KABUPATEN LOMBOK TENGAH
Intisari :
Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah penyakit-penyakit yang timbul atau ditularkan melalui hubungan seksual dengan manifestasi klinis berupa timbulnya kelainan-kelainan terutama pada alat kelamin sedangkan Gonore adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae (N. gonorrhoeae).
Rancangan penelitian deskriptif. Sampel 57 responden yang diberi pertanyaan tentang infeksi menular seksual (gonore). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan koesioner.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 57 responden terdapat 38 responden berpengetahuan buruk dengan persentasi (66,7%), 9 orang berpengetahuan sedang dengan persentasi (17,5%), 10 orang dengan berpengetahuan baik dengan persentasi (15,8%).
Kata Kunci : Infeksi Menular Seksual (Gonore), Pengetahuan
ABSTRACT
OVERVIEW OF KNOWLEDGE LEVEL OF YOUTH SEXUALLY TRANSMITTED INFECTIONS (GONORRHEA) IN CLASS XII IPA SMAN 2 PUJUT, SUB PUJUT, CENTRAL DISTRICT LOMBOK
Digest:
Sexually Transmitted Infections (STIs) are diseases that arise or are transmitted through sexual contact with clinical manifestations such as the emergence of abnormalities, especially in the genitals while Gonorrhea is an infectious disease caused by Neisseria gonorrhoeae (N. gonorrhoeae).
Descriptive research design. Samples were 57 respondents who were questioned about sexually transmitted infections (gonorrhea). Techniques of observation and data collection using koesioner.
The results showed that of the 57 respondents 38 respondents are knowledgeable poorly with percentage (66.7%), 9 people were knowledgeable with the percentage (17.5%), 10 people with well knowledgeable with the percentage (15.8%).
Keywords: Sexually Transmitted Infections (Gonorrhea), Knowledge
Sunday, 8 December 2013
TIPE-TIPE BUDAYA POLITIK BAIK BERDASARKAN SIKAP YANG DITUNJUKKAN MAUPUN ORIENTASI POLITIKNYA
TIPE-TIPE BUDAYA POLITIK BAIK BERDASARKAN SIKAP YANG DITUNJUKKAN MAUPUN ORIENTASI POLITIKNYA
-Berdasarkan Sikap yang Ditunjukkan
Budaya Politik Militan
Merupakan budaya politik yang tidak memandang perbedaan sebagai usaha alternatif yang terbaik, melainkan dipandang sebagai usaha jahat dan menantang. Bila terjadi krisis, yang dicari adalah kambing hitamnya bukan peraturan yang mungkin salah.
Budaya Politik Toleransi
Merupakan budaya politik yang pemikirnnya berpusat pada masalah atau ise yang harus dinilai. Budaya polotik ini berusaha untuk mencari konsensus yang wajar dengan selalu membuka pintu untuk bekerja sama, sikap petral atau kritis terhadap ide orang, tetapi bukan curiga terhadap orang.
Berdasarkan Orientasi Politiknya
Realitas yang ditemukan oleh budaya politik ternyata memiliki beberapa variasi. Berdasarkan orientasi politik yang dicirikan dan karakter-karakter dalam budaya politik. Setiap sistem akan memiliki budaya politik yang berbeda. Perbedaan ini terwujud dalam tipe-tipe yang ada dalam budaya politik yang setiap tipe memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
Berdasarkan orientasi politiknya budaya politik dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Budaya Politik Parokial Yaitu budaya politik dimana partisipasi warga negar dalam bidang politik sangat rendah. Hal ini disebabkan oleh faktor kognitif (pengetahuan dan tingkat pendidikan yang relatif rendah).
2.Budaya Politik Subjek / Kaula Merupakan budaya politik yang relatif lebih maju (baik sosial maupun ekonomi), akan tetapi masih bersifat pasif.
3. Budaya Politik Partisipan Yaitu budaya politik dimana tingkat partisipasi atau kesadaran politik warga negara sangat tinggi karena tingkat pengetahuan yang tinggi
BUDAYA POLITIK BERSIFAT ABSOLUT
Budaya politik yang memiliki sikap mental absolut memiliki nilai-nilai dan kepercayaan yang dianggap sudah sempurna dan tidak dapat diubah lagi. Pola pikir demikian hanya memberikan perhatian pada apa yang selaras dengan mentalnya dan menolak/menyerang hal-hal yang baru dan berlainan.
Budaya Politik Parokial
Budaya politik parokial (parochial political culture) adalah budaya politik yang menyangkut budaya pada wilayah atau lingkup yang kecil dan sempit, misalnya budaya bersifat provinsial.
Tipe budaya politik ini umumnya terdapat pada masyarakat suku Afrika atau masyarakat pedalaman di Indonesia. dalam masyarakat ini tidak ada peran politik yang bersifat khusus.
Berikan alasan penjelasan mengapa di dalam kehidupan masyarakat ada sebagian yang memiliki budaya politik parokial?
• Karena sebagian masyarakat masih mempunyai pola pikir yang sederhana sehingga politik tidak dijadikan prioritas utama dalam kehidupannya. Hal inilah yang menyebabkan kepala suku, kepala kampung, kyai, atau dukun, yang biasanya merangkum semua peran yang ada, baik peran yang bersifat politis, ekonomis atau religius.
Alasan bagaimana dalam kenyataan didalam masyarakat terdapat budaya politik campuran parokial-partisipan
Budaya politik ini dapat muncul di masyarakat karena kurangnya sosialisasi politik kepada masyarakat. Hal ini disebabkan karena ada sebagian masyarakat yang pengetahuannya relatif rendah terutama pengetahuan tentang politik, tetapi ada sebagian masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kesadaran yang tinggi sebagai warga negara yang aktif dalam memberika perhatian terhadap sistem politik yang ada di negaranya. Hal ini menyebabkan didalam negara tersebut terjadi perpaduan antara budaya politik parokial dan partisipan. Sehingga dalam kenyataan tidak satupun negara yang memiliki budaya politik murni parokial, partisipan, dan subjek. Karena Budaya politik ini banyak didapati di negara-negara berkembang. Pada tatanan ini terlihat Negara-negara tersebut sedang giat melakukan pembangunan kebudayaan. Norma-norma yang biasanya diperkenalkan bersifat partisipatif, yang berusaha meraih keselarasan dan keseimbangan sehingga tentu mereka lebih banyak menuntut kultur partisipan. Persoalannya ialah bagaimana dalam kondisi masyarakat yang sedang berkembang tersebut dapat dikembangkan orientasi terhadap masukan dan keluaran secara simultan. Pada kondisi ini sistem politik biasanya diliputi oleh transformasi parokial, satu pihak cenderung kearah otoritarianisme, sedangkan pihak lain kearah demokrasi. Struktur untuk bersandar tidak dapat terdiri atas kepentingan masyarakat, bahkan infrastrukturnya tidak berakar pada warga negara yang kompeten dan bertanggung jawab.
Perbedaan pokok model-modelkebudayaan antara demokratik industrial dengan demokratis pra-industrial
Demokratik industrial dan demokratik pra-industrial merupakan model kebudayaan politik. Dalam sistem demokratik industrial cukup banyak aktivis politik untuk menjamin adanya.Kompetisi partai-partai politik dan kehadiran pemberian suara yang besar, sedangkan dalam sistem demokratik praindustrial hanya terdapat sedikit sekali partisipan dan sedikit pula keterlibatannya dalam pemerintahan.
Demokratik Industrial
Dalam sistem ini cukup banyak aktivis politik untuk menjamin adanya kompetisi partai-partai poli-tik dan kehadiran pemberian suara yang besar.
Demokratis Pra Industrial
Dalam sistem ini hanya terdapat sedikit sekali parti-sipan dan sedikit pula keter-libatannya dalam pemerintahan.
Demokratik Pra- Industrial
Sistem ini memiliki cukup banyak aktivis politik untuk menjamin adanya kompetisi- kompetisi antar Partai Politik dan pemberian suara yang cukup besar.
Dalam sistem ini jumlah industri dan gerakan modernis amat kecil meskipun terdapat organisasi politik dan partisipan, keterlibatannya dalam pemerintahanpun hanya sedikit. Dari tabel di atas kita dapat menyimpulkann bahwa model kebudayaan.
Demokratik Industrial identik dengan budaya politik partisipan dimana tingkat partisipasi atau kesadaran masyarakat yang tinggi, sedangkan model kebudayaan Demokratik Pra- industrial identik dengan budaya politik parokial dimana partisipasi masyarakatnya dalam pemerintahan yang sangat kecil.
resensi tentang buku Berobat Dua Puluh Juta Per Hari
JudulBuku : BerobatDuaPuluhJutaPer Hari
Penulis : M. Iqbal Dawami
Penerbit : Sabil, Yogyakarta
Tahun : I, Mei 2013
Tebal : 206 halaman
Melalui buku ini kita diajak untuk memahami hikmah yang ada dalam setiap kejadian yang pernah dialami oleh orang lain. Kehidupan mengajarkan kita bahwa tidak ada yang sia-sia di dunia ini. Ada hikmah luar biasa dari setiap kejadian yang kita anggap sepele dan tidak penting. Ada pelajaran berharga dari sepercik peristiwa yang sepertinya biasa saja di mata kita.
Dalam buku ini terangkum 25 renungan dari kisah dan pengalaman sederhana orang lain, namun sarat permata makn kehidupan.Kita bias belajar tentang sebuah ketekunan lewat cerita “Penantian Alice”. (hal. 13). Ia tidak pernah berputus asa menanam bunga Marigold untuk menghasilkan bunga berwarnaputih bersih yang akan dibeli oleh sebuah perusahaan dengan harga yang mahal. Butuhwaktu 20 tahun baginya untuk mewujudkan mimpi itu.
Inti dar icerita Alice adalah pelajaran tentang pentingnya sebuah ketekunan. Bahwa ketekunan adalah unsure penting untuk meraih kesuksesan. Banyak orang yang gagal dalam hidupnya bukan karena mereka bodoh atau tidak mampu, tetapi mereka terlalu cepat menyerah pada usaha pertama.
Lewat cerita “Gara-garaKencing di Toilet Pemakaman” (hal. 73) kita dianjurkan agar dalam kehidupan ini, kita selalu dianjurkan untuk berpikir positif. Dengan begitu pikiran kita juga bermuatan positif. Sehingga kita dapat menjalani hidup ini tanpa harus dihantui oleh ketakutan akan hal yang belum pasti terjadi.
Kita bias lihat lewat kisah ini bagaimana seorang lelaki yang tiba-tiba mendapat warisan. Mulanya ia merasa takut dipanggil oleh seorang pengacara, ia menduga akan dipenjara karena telah buang air di toilet pemakaman. Ternyata dugaannya salah.
Memilih berpikir positif adalah sebuah pilihan. Ketika dihadapi sebuah persoalan maka kita dihadapi oleh sebuah pilihan, apakahberpikir negative atau positif? Korelasi antara pilihan yang terja di dalam pikiran kita itulah yang akan mempengaruhi tindakan kita dalam menyikapi sebuah masalah.
Banyak cara yang bias kitalakukan untuk bias belajar lebih arif dalam hidup ini, termasuk dari orang lain yang ada di sekitar kita. Kita memang selalu di tuntut untuk tidak pernah berhenti belajar sampai akhir hayat. Karena semakin banyak kita mengambil pelajaran, semakin banyak kita tahu bahwa masih banyak kekurangan dalam diri kita.
Kelebihan :
Cerita-cerita dalam buku ini tersaji apik, ringan, dan menginspirasi. Kita bias memilih bagian-bagian mana yang ingin kita baca lebih dulu. Lewat cerita-cerita penuh hikmah ini, kita akan lebih bias mengelola hati agar menjadi manusia yang lebih arif dalam memahami makna kehidupan. Di dalam buku ini, juga terdapat kata-kata bijaksana di akhir cerita.
Kekurangan :
Di setiap cerita di buku ini tidak terdapat gambar yang bisa mengurangi banyak pembeli. Cerita di buku ini juga lebih sedikit dibandingkan kata-kata kiasannya.
contoh proposal 2013
I. LATAR BELAKANG
SMAN 1 Praya adalah SMAN yang sangat popular di Lombok Tengah bahkan sampai NTB(Nusa Tengara Barat).Bukan hanya dibidang Akademik saja tetapi SMAN 1 Praya juga berprestasi dibidang Non Akademik.Dibidang Akademik SMAN 1 Praya mampu menempati urutan ke-…….dari nilai ujian nasional se-NTB,tidak mengherankan karena siswa-siswa yang dididik dan guru yang mendidik sangat kerjakeras serta disiplin dalam melakukan suatu pekerjaan.Selain itu SMA 1praya juga menorehkan beberapa penghargaan contohnya juara ke…Olimpiade Fisika tingkat…,juara ke…. Olimpiade kimia tingkat… juara ke…Olimpiade biologi tingkat…, juara ke…Olimpiade matematika tingkat…,
Selain berpartisipasi dan barpraestasi dibidang Akademik SMAN 1 Praya juga berprestasi dibidang nonakademik contohnya juara umum Loket Praja 11 tingkat NTB,menjadi pengibar bendera tingkat propinsi,juara 3 karate PRAPON tingkat Nasional,juara debat bahasa inggris dan bahasa Indonesia tingkat propinsi dst.Semua itu berkat dan partisipasi di masing-masing ekskul sehingga dari itu semua SMAN 1 Praya dapat Berjaya ditingkat kabupaten,propinsi,nasional,bahkan internasional.
Masing-masing ekskul yang terdapat diSMAN 1Praya memiliki kharakteristik dan cirri khas yang luar biasa andaikan kita dapat mengelola dengan baik dan memanfaatkan dengan baik sesuai bidang masing-masing contohnya ekskul Paskibra dengan kedisiplinan yang tak diragukan lagi,ekskul Go Green dengan semangat cinta lingkungan yang tinggi,ekskul Teater dengan mental yang tiada tara,PMR dengan jiwa kemanusiaan untuk saling tolong menolong tanpa mengenal perbedaan,ekskul Remush dengan keimanan dan ketakwaan yang kuat terhadap Allah SWT, ekskul Pramuka yang akhir-akhir ini menjadi ekskul wajib kurikulum 2013 dengan bermacam-macam cirri khas yang dimiliki ekskul lainnya serta drum bend dan dodak SMAN 1Praya yang selalalu berpartisipasi setiap ada upacaya
II. TEMA
Tema kegiatan yang kami usung adalah Pentas Keterampilan dan Persatuan, Ekskul SMA 1
PRAYA
III. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI
Ekskul-ekskul yang ada di SMAN1 Praya memiliki tujuan masing-masing,karena tujuan yang masing-masing itulah kami khawatir akan adanya perselisihan diantara ekskul
Kurangnya sosialisali sehingga ekskul-ekskul banyak yang tak dikenal manfaatnya
IV. TUJUAN INGIN DICAPAI
• Mengenalkan manfaat dari masing-masing ekskul sehingga dapat berguna bagi dirisendiri serta bagi orang lain
• Menghidupkan rasa kerjasama kasih saying diantara ekskul SMAN 1Praya
• Mencari dana untuk bantual social
• Mengetes seberapa siap ekskul turun dalam kehidupan nyata dengan ilmu yang ia bawa dari sekolah
•
V. SASARAN KEGIATAN
Semua warga SMAN 1Praya baik guru,para pekerja dan siswa-siswi
VI. KEGIATAN YANG DILAKUKAN
Adapun kegiatan yang a kan kami bertepatan pada:
Waktu dan tanggal: selesai sholat-berakhir /12 oktober 2013
Tempat : SMAN 1 PRAYA
VII. RENCANA ANGGARAN
Rencana anggaran terdapat di lampiran 1
VIII. SUSUNAN ACARA
1. Pembukaan
2. Pembacaan tilawatil Qur’an
3. Sambutan kepala sekolah SMAN 1PRAYA
4. Sambutan Pembina OSIS SMAN 1 PRAYA
5. ACARA:
• Pertunjukan pentas ekskul Gendang Belek
• Pertunjukan ceramah singakat yang akan dibawakan oleh anggota ekskul remush
• Pertunjukan pentas ekskul paskibra berkalaborasi dengan PMR
• Pertunjukan pentas ekskul Teater berkalaborasi dengan Go Green
• Pertunjukan pentas ekskul Drum Band
6. Doa
7. penutup
IX. PENUTUP
Lampiran 1
RENCANA ANGGARAN
NO BARANG Banyak
HARGA KEBUTUHAN JUMLAH
1 Mic sound 5 buah RP 100 000,00 RP 500.000,00
2 Komsumsi pramuka
Komsumsi Paskibra
Komsumsi PMR
Komsumsi Teater
Komsumsi Gendang Belek
Komsumsi Drum band
Komsumsi Go Gree
Komsumsi Remush 6 orang
18 orang
8 orang
15 orang
25 orang
25 orang
6 orang
4 orang RP 7.000,00
RP 7.000,00
RP 7.000,00
RP 7.000,00
RP 7.000,00
RP 7.000,00
RP 7.000,00
RP 7.000,00 RP 42..000,00
RP 126.000,00
RP 56.000,00
RP 105.000,00
RP 175.000,00
RP 175.000,00
RP 42.000,00
RP 28.000,00
3 Sewa Terop - RP 450.000,00 RP 450.000,00
4 Sewa Dokumentasi - RP 50.000,00 RP 50.000,00
5 Komsumsi Tamu Undangan 20 orang RP 10.000,00 RP 200.000,00
6 Sewa dekorasi - RP 150.000,00 RP 150.000,00
Total Dana RP 2.099.000,00
CERPEN tentang pengalaman memancing
PENGALAMAN PERGI MEMANCING
Masih teringat dengan kejadian yang sudah lama berlalu. Aku, Hendra dan Armin pergi melihat pancing ikan yang kami biarkan di sebuah telaga yang tepatnya dibelakang perumahan warga. Kala itu pancing Armin mendapatkan dua ikan Sembur (lele) dan satu ikan Betok. Wah, senangnya kami itung-itung untuk sarapan pagi besok. sewaktu pulang kami melewati jalan yang menanjak dan banyak bukit-bukit.
Waktu itu aku berjalan tepat dibelakang Armin dan Hendra. Aku melihat mereka mendaki dan menginjak sebuah gundukan. Sewaktu aku menginjaknya aku merasakan sesuatu yang aneh, terasa dalam hati ada sesuatu yang aneh pada gundukan tanah dengan ukuran lebar 1 meter, lebar 0,5 meter dan tinggi sekitar 25-30 sentimeter itu. Akan tetapi aku santai saja.
Malamnya sekitar jam 20.00 WITA kami pergi melihat pancing lagi. Tetapi kali ini aku melihatnya tidak dengan Hendra lagi karena Hendra malas dan mengantuk sekali. Jadi aku, Ryan dan Armin pergi melihat pancing ikan itu. Kali ini pancing Armin mendapatkan ikan lagi tapi hanya satu ikan yang dia dapatkan dan itupun ikan Betok kecil sebesar jempol tangan.
Besoknya aku, Ryan dan Armin melihat pancingnya lagi, dan kami tidak mendapatkan ikan satupun tapi sewaktu pulang akhirnya terungkaplah kegundahanku tentang tanah gundukan tadi.
"Yan, ini kuburan yan !" Sapa Armin dengan sedikit terkaget.
"Eh, iya Ar" jawab aku.
"Matilah kita, semalam aku, kau, Hendra sama Rian menginjak-injak itu"
"iya, yaudahlah kitakan tidak sengaja Ar, ayo pulang"
Malamnya kami mendiskusikan hal itu.
Armin : Masak iya yan, itu kuburan ?
Ryan : iya Ar, ada dua patok kayak nisan gitu.
Hendra : matilah kalian, aku tadi tidak nginjak kan.
Ryan : jadi gimana ini ? nanti kualat pula kita.
Armin : Matilah...
Hendra : hmmm...
Ryan : Yaudah besok kita bareng-bareng saja kesana ya minta maaf sama kuburannya.
Armin : kan kita tidak sengaja jadi tidak apa-apa lah yan.
Ryan : Armin, dulu aku mendengar hadist intinya gini "Jika kita menginjak kuburan seseorang maka sama saja dengan menginjank si mayat sewaktu di masa hidupnya"
Diem sejenak...
Hendra : Yaudah besok kita bareng saja kesana minta maaf ya.
Armin : Ya sudah.
***
Besoknya tepatnya setelah solat ashar, kami berangkat sama sama. Tibalah kami tepat didepan kuburan tersebut. kami berjejer disamping kuburan tersebut.
"Yaudah, siapa yang mau bicara duluan ?" tanya aku sama mereka.
"Kau lah yan" kata Hendra
"Ndak mau saya, Armin saja. Dia kan paling tua !" kata Ryan.
"Jangan aku lah" jawab Armin.
Sejenak kami terdiam membisu karena tidak ada yang berani memulai minta maaf. kemudian tiba-tiba Ryan bicara "yaudah kita bersihkan saja kuburanya bersama-sama sambil minta maaf masing-masing saja ya !"
Kemudian kami membersihkan kuburan dan meminta maaf pada kuburan. kami menduga kalau itu adalah kuburan anak bayi, mungkin anak yang punya rumah di belakang ini. Terkadang kebiasaan orang-orang tua dulu mengubur anaknya yang kecil dibelakang rumahnya, jadi kami wajar saja.
Kemudian kami pulang, sewatu kami pulang kami menjumpai pemilik tanah tersebut.
"Kek, dibelakang ada kuburan ya kek ?" tanya Hendra.
"tidak ada dek, memang kenapa dek ?" jawab yang punya tanah.
sesaat itu juga kami saling berpandangan satu sama lain dan tersenyum bodoh satu sama lain. "Gak ada kok kek" kata Hendra menjawab.
Dijalan kami saling ejek-ejekan siapa yang paling bodoh ekspresinya karena sebenarnya itu bukan kuburan tapi entahlah apa namanya tapi itu bukan kuburan. hahahaha
Sekian...
Subscribe to:
Posts (Atom)





